Desa Kalipucang memiliki potensi besar dalam pemanfaatan limbah daun kopi, namun belum dimanfaatkan optimal akibat rendahnya motivasi petani. Penelitian ini bertujuan meningkatkan motivasi petani melalui penyuluhan partisipatif menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dua siklus pada dua kelompok tani, Arabusta III (30 orang) dan Tunas Mekar Sari Sejahtera (21 orang). Penyuluhan dilakukan melalui demonstrasi cara dan praktik langsung dengan media PowerPoint dan leaflet. Analisis deskriptif kuantitatif dan uji-t digunakan untuk menilai peningkatan motivasi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan motivasi pada kedua kelompok, namun dengan capaian berbeda: Arabusta III hanya mencapai 58,5% (di bawah standar 75%), sedangkan Tunas Mekar Sari Sejahtera mencapai 81,3% (melampaui standar). Uji-t mengonfirmasi perbedaan signifikan (p<0,05) antarkelompok. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas penyuluhan sangat dipengaruhi oleh partisipasi dan kekompakan kelembagaan. Penelitian merekomendasikan pelatihan berkelanjutan, penyusunan SOP pengolahan teh daun kopi, serta penguatan kelembagaan untuk Mendukung Keberlanjutan Inovasi.
Copyrights © 2025