Publish Date
30 Nov -0001
Paparan sinar ultraviolet (UV) berlebih dan infeksi bakteri merupakan faktor utama penyebab penuaan dini dan gangguan fungsi skin barrier. Formulasi nanospray berbahan alami menjadi alternatif menjanjikan dibandingkan produk sintetik karena lebih aman serta memiliki aktivitas multifungsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formulasi nanospray kombinasi ekstrak bunga melati (Jasminum sambac) dan kulit buah jeruk pamelo (Citrus maxima) yang kaya flavonoid dan senyawa fenolik dengan potensi antioksidan, antibakteri, dan pelindung UV. Tiga formulasi dengan rasio berbeda (F1 = 1:2, F2 = 1:1, F3 = 2:1) dibuat dengan metode gelasi ionik menggunakan kitosan NaTPP. Setiap formulasi diuji melalui pengamatan organoleptik, skrining fitokimia, uji antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan metode disc diffusion assay, uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH, serta penentuan nilai Sun Protection Factor (SPF) dengan spektrofotometri UV–Vis. Hasil penelitian menunjukkan seluruh formulasi mengandung flavonoid, alkaloid, dan saponin. Formula F2 memiliki aktivitas antibakteri terbaik dengan zona hambat rata-rata 6,5 ± 0,5 mm (kategori sedang), sedangkan formula F3 menunjukkan aktivitas antioksidan terkuat dengan nilai IC50 sebesar 78,9 ppm (kategori sedang). Nilai SPF pada seluruh formulasi relatif rendah, dengan nilai tertinggi diperoleh pada F1 sebesar 0,27 pada konsentrasi 300 ppm. Uji organoleptik menunjukkan bahwa F1 dan F2 lebih stabil dibandingkan F3. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa formulasi nanospray kombinasi melati–jeruk pamelo memiliki potensi sebagai kandidat sediaan topikal alami multifungsi dengan aktivitas antibakteri, antioksidan, dan pelindung UV. Optimalisasi formulasi serta uji in vivo lebih lanjut direkomendasikan untuk mendukung pengembangannya dalam bidang dermatologi dan produk kosmeseutikal.
Copyrights © 0000