Remaja merupakan kelompok usia yang mengalami pertumbuhan dan perkembangan pesat sehingga membutuhkan asupan zat gizi makro yang optimal. Ketidakseimbangan asupan gizi dapat berdampak pada status gizi yang kurang atau lebih. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII dan VIII SMPN 5 Kota Bengkulu, dengan sampel sebanyak 57 responden yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Data status gizi diperoleh melalui pengukuran antropometri (tinggi dan berat badan), sedangkan data asupan zat gizi makro (protein, lemak, dan karbohidrat) dikumpulkan menggunakan formulir Semi Food Frequency Questionnaire (Semi-FFQ). Analisis dilakukan secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Sebagian besar anak remaja di SMP Negeri 5 Kota Bengkulu memiliki status gizi dalam kategori baik (61,4%), sementara sisanya berada dalam kategori gizi lebih (21,1%), gizi kurang (12,3%) dan obesitas (5,3%). Mayoritas responden memiliki asupan zat gizi makro berlebih. Temuan ini mengindikasikan perlunya edukasi gizi dan pemantauan pola makan guna mencegah risiko gizi lebih dan menjaga keseimbangan asupan sesuai kebutuhan remaja
Copyrights © 2025