Program Angkutan Sekolah Gratis (ASG) Kota Madiun merupakan inovasi pelayanan publik non-komersial yang bertujuan meningkatkan aksesibilitas pendidikan, keselamatan pelajar, serta meringankan beban biaya transportasi keluarga. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas pelayanan angkutan kota sebagai moda pendukung ASG dengan menggunakan enam prinsip pelayanan publik menurut Sinambela (2014), yaitu transparansi, akuntabilitas, partisipatif, kondisional, kesamaan hak, serta keseimbangan hak dan kewajiban. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi di Dinas Perhubungan Kota Madiun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan angkutan kota dalam mendukung program ASG telah berjalan cukup baik dan memberikan kemanfaatan yang signifikan bagi pelajar, terutama dalam hal pemerataan akses transportasi dan peningkatan keselamatan berlalu lintas. Prinsip transparansi terlihat dari penyediaan informasi layanan, namun publikasi rute angkutan kota masih terbatas. Akuntabilitas dilaksanakan melalui uji kelayakan armada dan pengawasan pengemudi, tetapi kepatuhan terhadap kapasitas angkut masih rendah. Prinsip partisipatif terwujud melalui pendataan digital dan koordinasi sekolah, sedangkan prinsip kesamaan hak tercermin dari layanan inklusif bagi seluruh pelajar, termasuk siswa disabilitas. Secara keseluruhan, layanan angkutan kota dalam mendukung program ASG telah mendukung mobilitas pelajar secara efektif, namun masih perlu peningkatan pada aspek kedisiplinan operasional, peremajaan armada, dan optimalisasi informasi publik agar dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025