Inovasi daerah menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing dan kualitas tata kelola pemerintahan, termasuk melalui penilaian Innovative Government Award (IGA). Sebelum adanya aplikasi Jatim Berdasi, BRIDA Provinsi Jawa Timur menghadapi kendala dalam proses verifikasi data inovasi, seperti keterlambatan sosialisasi dan ketidaklengkapan dokumen OPD. Untuk mengatasi hal tersebut, BRIDA mengembangkan aplikasi Jatim Berdasi sebagai sistem digital yang mendukung pengelolaan dan verifikasi data inovasi sesuai indikator IGA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis efektivitas prosedur verifikasi inovasi daerah melalui aplikasi Jatim Berdasi menggunakan lima indikator efektivitas Campbell (1989), yaitu keberhasilan program, keberhasilan sasaran, kepuasan terhadap program, tingkat input–output, serta pencapaian tujuan secara menyeluruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi Jatim Berdasi dinilai efektif dalam meningkatkan kelengkapan dokumen, mempercepat proses verifikasi, dan memudahkan pendampingan OPD melalui kegiatan desk. Namun, beberapa kendala teknis dan variasi kemampuan OPD dalam memahami indikator masih ditemukan sehingga pengembangan fitur dan peningkatan pendampingan diperlukan ke depannya.
Copyrights © 2026