Pembelajaran inklusif di SDN Cijedil menghadapi tantangan ketika guru harus menangani seorang peserta didik tunawicara tanpa dukungan fasilitas dan perencanaan khusus. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tantangan guru serta strategi yang digunakan dalam melaksanakan pembelajaran inklusif. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap satu guru kelas I dan satu peserta didik tunawicara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menyesuaikan pembelajaran melalui komunikasi nonverbal, penggunaan gambar, serta pendekatan individual, namun belum memiliki RPP khusus dan masih mengandalkan improvisasi. Kendala terbesar meliputi keterbatasan media, kurangnya pelatihan guru, serta perilaku tantrum peserta didik yang memerlukan keterlibatan orang tua. Penelitian menyimpulkan bahwa meskipun guru telah berupaya menerapkan pembelajaran inklusif, implementasinya masih perlu dukungan sarana, pelatihan, dan program pembelajaran yang lebih terstruktur.
Copyrights © 2026