Komunikasi keluarga merupakan fondasi penting dalam menciptakan hubungan yang harmonis dan penuh pengertian. Dalam konteks budaya Indonesia yang masih kental dengan struktur otoritatif, keberadaan komunikasi yang terbuka dan setara menjadi wacana yang relevan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing model Van Gorp untuk mengungkap bagaimana konstruksi makna komunikasi keluarga disampaikan melalui pesan visual dan verbal dalam iklan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi komunikasi keluarga yang setara dalam iklan Sariwangi “Berani Bicara”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan “Berani Bicara” merepresentasikan komunikasi keluarga sebagai proses dialog yang melibatkan empati, keterbukaan, dan kompromi. Simbol seperti teh hangat, ekspresi wajah, serta setting ruang keluarga memperkuat pesan tentang pentingnya menciptakan ruang aman untuk berbicara. Iklan ini tidak hanya menawarkan produk, melainkan juga menyampaikan nilai sosial tentang keluarga modern yang dialogis dan saling mendukung.
Copyrights © 2026