Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak perubahan iklim terhadap produksi beras pada enam negara ASEAN , yaitu Indonesia, Kamboja, Laos, Myanmar, Thailand, dan Vietnam selama periode 2000-2023 jumlah observasi sebanyak 144 observasi. Penelitian ini menggunakan metode regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM), dan melibatkan iklim yaitu suhu, curah hujan, dan emisi CO2, serta faktor produksi seperti tenaga kerja dan luas lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa curah hujan, emisi CO₂ dan luas lahan berpengaruh positif terhadap produksi padi, sedangkan tenaga kerja berpengaruh negatif, sementara itu suhu tidak berpengaruh terhadap produksi beras di ASEAN 6. Hasil Estimasi menunjukkan kekuatan faktor penjelas produksi beras yang tinggi dengan nilai R-squared yang tinggi. Temuan tersebut mengkonfirmasi pentingnya perubahan iklim dan tenaga kerja menentukan hasil produksi pertanian di kawasan ASEAN-6. Kebijakan yang adaptif dalam menghadapi dampak perubahan iklim terhadap ketahanan pangan dan kebijakan untuk memberi perbaikan terhadap kualitas tenaga kerja pertanian.
Copyrights © 2025