Label gizi merupakan instrumen kebijakan kesehatan masyarakat yang bertujuan memberikan informasi nilai gizi suatu produk untuk membantu konsumen membuat keputusan makanan yang lebih sehat. Literatur menunjukkan bahwa label gizi berperan dalam mengurangi konsumsi makanan tinggi kalori, gula, garam, dan lemak yang berhubungan dengan gangguan metabolisme energi, obesitas, dan penyakit tidak menular. Tinjauan literatur ini bertujuan mengevaluasi efektivitas kebijakan label gizi terhadap perubahan perilaku konsumsi dan implikasinya terhadap metabolisme energi. Pencarian artikel dilakukan melalui database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar menggunakan kata kunci nutrition labeling, consumer behavior, energy metabolism, dan food policy, dengan rentang publikasi tahun 2010–2024. Dari 236 artikel yang teridentifikasi, 22 studi memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis. Hasil menunjukkan bahwa penerapan label gizi, terutama front-of-pack labeling (FoPL) seperti Nutri-Score dan Traffic Light Label, meningkatkan pemahaman konsumen terhadap nilai gizi produk dan menurunkan pembelian pangan berkalori tinggi. Beberapa studi intervensi menunjukkan bahwa label gizi mampu menurunkan asupan energi harian konsumen sebesar 6–13% dan meningkatkan pemilihan makanan rendah lemak dan tinggi serat. Selain itu, keberadaan label turut mendorong industri melakukan reformulasi produk menjadi lebih sehat. Kesimpulan dari review ini adalah bahwa kebijakan label gizi memiliki efektivitas dalam memengaruhi perilaku konsumsi dan mendukung keseimbangan metabolisme energi, namun keberhasilannya dipengaruhi oleh literasi gizi, desain label, dan dukungan edukasi kesehatan masyarakat.
Copyrights © 2025