Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3) Terhadap Kinerja dan Keberhasilan Penerapan K3 dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening di Kawasan Industri Batamindo Sebagai Obyek Vital Nasional (OBVITNAS). Meskipun KIB sudah beroperasi lebih dari 30 tahun, Kawasan ini belum memiliki sertifikat SMK3. Tim penyusun melakukan observasi dan analisis dokumen untuk mencari tahu beberapa jauh kesiapan KIB dalam memenuhi standar SMK3 dan apa saja hambatannya. Hasilnya, KIB memang memiliki komitmen awal, tapi masih banyak kendala besar untuk sertifikasi. Kendala utamanya adalah: (1) Kurangnya pemahaman menyeluruh mengenai pentingnya SMK3 di semua level manajemen; (2) Terbatasnya sumber daya (dana & staff K3) yang dialokasikan; (3) Sulitnya kordinasi dengan tenant yang standar K3-nya berbeda-beda; dan (4) Sistem pencatatan dan pemantauan K3 yang belum terintegrasi dengan baik. Kesimpulannya, agar bisa bersertifikat SMK3, KIB perlu meningkatkan komitmen pimpinan, memasukkan dalam K3 ke dalam rencana bisnis utama, memperbaiki komunikasi dan pelatihan K3, serta membenahi sistem pencatatan. Saya menyarankan KIB melaksanakan perencanaan sertifikasi yang jelas, membentuk Tim K3 khusus, dan rutin berdiskusi dengan manajemen perusahaan untuk membangun budaya keselamatan kerja yang lebih baik.
Copyrights © 2026