Pengelolaan sampah di kawasan perkotaan Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, seperti pelaporan yang tidak terstruktur, keterbatasan informasi mengenai status penanganan, serta koordinasi yang kurang optimal antara masyarakat dan penyedia layanan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang antarmuka dan pengalaman pengguna (UI/UX) dari aplikasi pengangkut sampah digital, "Go Clean City", yang tidak hanya mudah digunakan tetapi juga relevan dengan kebutuhan pengguna di era digital saat ini. Dengan mengadopsi metode Design Thinking, penelitian ini mengintegrasikan tahap-tahap empathize, define, ideate, prototype, dan test dalam perancangannya. Kebutuhan pengguna diperoleh melalui kuesioner daring dan wawancara untuk mengembangkan user persona, merumuskan masalah utama, dan menawarkan solusi berbasis teknologi. Prototipe interaktif yang dihasilkan meliputi fitur pelaporan sampah dengan unggahan bukti foto, penentuan lokasi menggunakan GPS, pelacakan status secara real-time, serta riwayat layanan. Pengujian kegunaan prototipe dengan lima responden menggunakan instrumen System Usability Scale (SUS) menghasilkan skor rata-rata 85 (grade B) dengan rating adjective “excellent”. Temuan ini menunjukkan bahwa aplikasi Go Clean City menawarkan tingkat kegunaan yang tinggi dan berpotensi untuk meningkatkan efektivitas layanan pengangkutan sampah sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah perkotaan. Secara praktis, desain UI/UX ini dapat menjadi model referensi untuk pengembangan aplikasi sejenis dalam sektor kebersihan kota, terutama di kawasan perkotaan yang membutuhkan solusi pengelolaan sampah yang lebih efisien dan terstruktur.
Copyrights © 2025