Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk agresivitas verbal yang digunakan oleh pemain Tim Liquid Indonesia selama bertanding pada turnamen Mobile Legends Player League (MPL) Indonesia Season 14. Agresi verbal dalam konteks e-sports semakin berkembang sebagai bagian dari strategi komunikasi, terutama dalam bentuk taunting dan trash talk yang dilakukan pada sesi interview after match. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi Krippendorff untuk mengidentifikasi pola, intensitas, dan konteks agresi verbal melalui lima pertandingan Tim Liquid Id pada babak regular season, berdasarkan tujuh kategori agresi verbal menurut Infante & Wigley (1986): character attacks, competence attacks, insults, maledictions, teasing, ridicule, dan profanity. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 57 ujaran agresif verbal selama lima pertandingan, dengan competence attack (19 ujaran) dan ridicule (16 ujaran) sebagai bentuk agresi verbal yang paling dominan. Agresi verbal digunakan sebagai alat untuk membangun dominasi psikologis, menurunkan self-esteem lawan, serta meningkatkan moralitas internal tim. Penelitian ini menyimpulkan bahwa agresi verbal dalam e-sports bukan hanya bentuk komunikasi kompetitif, tetapi juga strategi psikologis yang mempengaruhi dinamika pertandingan dan persepsi publik terhadap profesionalitas pemain.
Copyrights © 2026