Mahasiswa yang menjalani peran ganda sebagai pekerja (working students) menghadapi tantangan manajemen waktu yang kompleks, yang seringkali berdampak pada performa akademik dan kesehatan mental. Fenomena ini menyebabkan mahasiswa rentan mengalami kelelahan fisik yang menghambat efektivitas kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil durasi belajar mandiri dan pola tidur mahasiswa Kelas Reguler CK Universitas Pamulang, serta menguji hubungannya dengan tingkat penguasaan materi perkuliahan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan komputasi. Pengolahan data survei dari 20 responden dilakukan menggunakan modifikasi algoritma bahasa pemrograman Python, memanfaatkan pustaka Pandas untuk meningkatkan akurasi data cleaning pada data tidak terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata durasi belajar mandiri mahasiswa sangat rendah, yaitu 1,70 jam/hari, sedangkan rata-rata waktu tidur adalah 5,88 jam/hari. Analisis lebih lanjut mengungkap bahwa faktor kelelahan fisik menjadi hambatan belajar utama bagi 55% responden. Uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif (r=0,35) antara durasi waktu tidur dengan penguasaan materi, namun korelasi negatif yang sangat lemah pada durasi belajar. Kesimpulannya, bagi mahasiswa pekerja, kualitas istirahat memiliki kontribusi yang lebih signifikan terhadap kesiapan belajar dibandingkan sekadar memaksakan durasi belajar yang panjang dalam kondisi lelah. Temuan ini menyarankan perlunya strategi belajar yang lebih efisien berbasis manajemen energi.
Copyrights © 2025