Ketimpangan pendidikan dan ketersediaan fasilitas Sekolah Menengah Atas (SMA) antar kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat pada periode 2020–2021 dianalisis menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis indeks komposit. Penelitian ini mengintegrasikan berbagai indikator pendidikan dan fasilitas, meliputi jumlah sekolah, guru, dan murid SMA negeri dan swasta, ketersediaan ruang kelas, laboratorium IPA, dan perpustakaan, serta indikator pendukung berupa jumlah penduduk usia SMA dan rata-rata lama sekolah. Seluruh indikator dinormalisasi dengan metode Min–Max agar berada pada skala pengukuran yang seragam sebelum digabungkan dengan bobot yang sama untuk menghasilkan nilai indeks komposit. Hasil analisis menunjukkan adanya variasi nilai indeks yang cukup signifikan antarwilayah, di mana wilayah perkotaan cenderung memiliki nilai indeks lebih tinggi dibandingkan wilayah kabupaten. Temuan ini mengindikasikan bahwa ketimpangan pendidikan dan fasilitas SMA di Provinsi Jawa Barat masih terjadi dan perlu menjadi perhatian dalam perumusan kebijakan pendidikan daerah yang berorientasi pada pemerataan berbasis data.
Copyrights © 2026