Transisi global menuju dekarbonisasi telah mengubah paradigma strategis korporasi, terutama di sektorenergi dan sektor intensif emisi. Meskipun investasi hijau, khususnya proyek energi terbarukan, dijadikansebagai pendorong utama dalam mencapai keberlanjutan, hubungan antara investasi hijau dan nilaiperusahaan masih menunjukkan hasil yang tidak konsisten. Artikel ini menyajikan tinjauan sistematis(SLR) terhadap literatur empiris yang mengevaluasi dampak proyek energi terbarukan dan investasi hijauterhadap nilai perusahaan, dengan fokus pada mekanisme mediasi dan moderasi yang terlibat.Menggunakan pendekatan berbasis teori stakeholder dan resource-based view (RBV), studi inimengidentifikasi pola temuan yang konsisten dan menjelaskan heterogenitas hasil yang dipengaruhi olehkarakteristik perusahaan, konteks industri, serta perbedaan kebijakan dan regulasi negara. Temuan utamamenunjukkan bahwa meskipun investasi hijau dapat meningkatkan nilai perusahaan melalui efisiensi biaya,pengurangan risiko, dan penguatan reputasi, efek ini seringkali terhalang oleh faktor-faktor sepertigreenwashing, ketidakpastian teknologi, serta biaya awal yang tinggi. Penelitian ini berkontribusi padaliteratur manajemen keberlanjutan dengan memetakan mekanisme yang mendasari hubungan tersebut sertamenawarkan rekomendasi untuk perusahaan dan pembuat kebijakan dalam merancang strategi transisienergi yang lebih efektif dan berbasis bukti. Temuan ini memberikan wawasan yang berguna bagi penelitianlebih lanjut mengenai pengukuran kinerja keberlanjutan dan peran regulasi dalam mempercepat transisienergi.
Copyrights © 2026