Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya berbagai risiko pembelajaran yang berpotensi memengaruhi mutu pendidikan di SMPN 50 Bandung, meskipun sekolah berada dalam kondisi pembelajaran yang relatif kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk risiko pembelajaran, mengukur tingkat kegawatan risiko, serta menganalisis strategi sekolah dalam mengelola risiko tersebut untuk peningkatan mutu. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. yaitu risiko adaptasi kurikulum, penurunan kualitas pembelajaran, lemahnya numerasi siswa, sistem penilaian dan remedial, pengaruh komunitas eksternal, serta administrasi pembelajaran, dengan lemahnya numerasi sebagai risiko dengan tingkat kegawatan tertinggi. Strategi mitigasi dilakukan melalui penguatan program numerasi, analisis data mutu, peningkatan kompetensi guru, pemanfaatan teknologi digital, serta kolaborasi dengan orang tua dan lingkungan. Temuan ini menegaskan bahwa pengukuran kegawatan risiko pembelajaran merupakan komponen penting dalam menjaga stabilitas dan meningkatkan mutu pembelajaran secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025