Penelitian ini berangkat dari fenomena meningkatnya sikap individualisme di kalangan remaja yang berdampak pada menurunnya interaksi sosial, kepedulian, dan kerja sama di lingkungan sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana kegiatan ekstrakurikuler Paskibra berkontribusi dalam membentuk modal sosial siswa melalui penanaman disiplin dan kepemimpinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Purwakarta. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kegiatan paskibra berperan dalam membentuk social capital melalui pengalaman organisasi yang menumbuhkan nilai-nilai kedisiplinan, kepemimpinan, dan kebersamaan; (2) implementasi program dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan; (3) dampaknya terlihat pada perubahan perilaku sosial siswa, baik dalam konteks internal (karakter dan sikap) maupun eksternal (interaksi sosial dan partisipasi kolektif). Temuan ini memberikan kontribusi teoretik terhadap kajian pembangunan social capital di lingkungan pendidikan, serta kontribusi praktis bagi pengembangan program ekstrakurikuler sebagai sarana pembentukan karakter dan integrasi sosial siswa.
Copyrights © 2025