Program pengabdian masyarakat “Money Maze: Survive, Spend, and Save” dilaksanakan di Panti Asuhan Hieronimus, Pontianak Utara, sebagai respon terhadap rendahnya literasi keuangan anak-anak panti. Permasalahan utama yang dihadapi adalah belum mampu membedakan kebutuhan dan keinginan, kecenderungan bersifat konsumtif, serta kurangnya kebiasaan menabung. Kegiatan ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan strategi experiential learning melalui simulasi uang mainan, diskusi, dan refleksi. Peserta kegiatan adalah sembilan anak berusia 7–17 tahun. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan pengelolaan keuangan. Anak-anak mampu menjelaskan kembali konsep kebutuhan, keinginan, dan menabung, serta mulai menunjukkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan kemandirian dalam mengelola uang. Mereka juga mampu membuat prioritas pengeluaran secara lebih bijak dan menumbuhkan semangat menabung. Dengan demikian, program ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi keuangan dasar anak-anak panti, sekaligus memberikan model pembelajaran partisipatif yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026