Dusun Mendiro, Desa Sukoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, merupakan wilayah yang telah menunjukkan komitmen tinggi terhadap pengelolaan lingkungan. Hal ini terbukti dari keberhasilan program instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal. Namun, pengelolaan sampah domestik masih mengalami tantangan signifikan, di mana sampah anorganik sering dijual ke pengepul dalam kondisi mentah dengan harga rendah (Rp 1.000–3.000/kg) karena belum dipilah dan tidak diolah. Kondisi ini menunjukkan potensi ekonomi yang belum dimanfaatkan secara optimal serta risiko pencemaran lingkungan yang terus berkembang. Melalui program pemberdayaan berbasis masyarakat, dilakukan inisiasi pendirian bank sampah berbasis ekonomi sirkuler yang didukung oleh teknologi tepat guna dan penguatan kapasitas manajemen. Solusi yang diterapkan meliputi: (1) pembentukan dan operasionalisasi bank sampah; (2) pelatihan konsep ekonomi sirkuler dan teknik daur ulang; (3) pengadaan alat pencacah plastik untuk meningkatkan nilai jual sampah; serta (4) implementasi sistem pencatatan digital untuk transparansi administrasi. Hasil yang dicapai mencakup peningkatan pendapatan Masyarakat, perbaikan kualitas lingkungan, dan peningkatan kapasitas manajerial kelompok. Program ini secara langsung mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta menjadi model pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi.
Copyrights © 2026