Perkembangan teknologi jaringan nirkabel menuntut ketersediaan layanan internet yang stabil, cepat, dan memiliki jangkauan luas. Namun, dibeberapa tempat masih ditemukan permasalahan berupa area blank spot serta distribusi bandwidth yang tidak merata. Hal ini berdampak pada menurunnya produktivitas dan mengganggu kualitas layanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan repeater dengan metode Network Coverage Analysis dan teknik Load Balancing berbasis Per Connection Classifier (PCC) dalam meningkatkan kinerja jaringan wireless. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen (quasi experiment) dengan implementasi yang dilakukan dengan menempatkan repeater pada jarak 40 meter dan 50 meter dari access point utama, dan dilakukan pengujian parameter kinerja jaringan yang mencakup Received Signal Strength Indicator (RSSI), throughput, latency, dan packet loss. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan repeater mampu memperluas jangkauan sinyal hingga 50 meter dengan kualitas RSSI yang masih berada pada kategori Good hingga Fair. Sementara itu, penerapan load balancing dengan metode PCC terbukti efektif dalam mendistribusikan trafik secara merata sehingga tidak terjadi dominasi bandwidth oleh salah satu pengguna. Pengukuran QoS memperlihatkan bahwa throughput tetap stabil, latency masih dalam batas wajar, dan packet loss tercatat 0% di semua titik pengujian. Kesimpulannya, kombinasi penerapan repeater dan load balancing PCC berhasil meningkatkan kinerja jaringan pada aspek cakupan sinyal dan kestabilan koneksi.
Copyrights © 2025