Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PERBANDINGAN PERHITUNGAN MANUAL DENGAN ALGORITMA A STAR DALAM PENCARIAN JALUR TERPENDEK UNTUK PENGIRIMAN PESANAN DODOL KHAS LOMBOK Mayadi Mayadi; Raisul Azhar
Jurnal Informatika dan Rekayasa Elektronik Vol. 2 No. 2 (2019): JIRE Nopember 2019
Publisher : LPPM STMIK Lombok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36595/jire.v2i2.114

Abstract

Petugas pengiriman pesanan yang ada PT Phonix melakukan pengiriman pesanan dari gudang ke otlet-otlet yang ada di kota mataram dengan melewati atau melintasi jalan yang sama, untuk meminimalkan jarak dan tujuan yang akan dituju maka diperlukan pencarian jalur terpendek dari gudang ke otlet-otlet dan gerai-gerai yang ada dikota mataram. Pencarian jalur terpendek adalah solusi yang tepat untuk mengirimkan pesanan dodol khas Lombok ke pelanggan dan otlet persendirian yang ada dikota mataram, pencarian jalur terpendek adalah yaitu dapat menentukan jalur mana yang paling cepat untuk dilalui atau dilintasi. Algoritma A* adalah salah satu metode yang bisa digunakan untuk pencarian jalur terpendek, dengan menggunakan metode ini diharapkan petugas pengiriman pesanan yang ada gudang dapat lebih cepat menemukan jalur mana yang paling singkat dan lebih cepat untuk menemukan goal pada pencarian jalur terpendek pengiriman pesanan pelanggan di daerah lombok dengan menggunakan algoritma A*. Dari penelitian ini melakukan dua proses pengujian yaitu pengujian menggunakan perhitungan manual dan pengujia menggunakan algoritma A*, dari pengujian secara manaual didapatkan jalur terpendek 15.750 dan dengan menggunakan algoritma A* didapatkan jalur terkecil 14.500, hingga pencarian dengan menggunakan perhitungan algoritma cukup biak.
OTOMASI MANAJEMEN VLAN INTERVLAN DAN DHCP SERVER PADA CISCO MENGGUNAKAN ANSIBLE Khairan marzuki; Mia Mubiatma; Raisul Azhar
Jurnal Informatika dan Rekayasa Elektronik Vol. 4 No. 2 (2021): JIRE NOVEMBER 2021
Publisher : LPPM STMIK Lombok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36595/jire.v4i2.461

Abstract

Menurut Gartner (2018) terdapat 71 persen jaringan yang masih dikendalikan secara manual dimana salah satunya melalui Command Line Interface (CLI). Konfigurasi yang dilakukan secara manual akan memunculkan beragam permasalahan seperti sering terjadinya human error, dan waktu yang di butuhkan untuk konfigurasi tersebut cenderung lebih lama. Termasuk ketika melakukan konfigurasi Virtual Local Area Network (VLAN), InterVLAN dan Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) Server pada perangkat router maupun switch. Permasalahan lain yang muncul adalah lamanya waktu yang dibutuhkan ketika melakukan konfigurasi pada perangkat switch dan router dalam skala besar secara manual dan dilakukan secara satu persatu serta memiliki konfigurasi yang identic sehingga dilakukan secara berulang. Untuk itu diperlukan solusi sehingga proses pembuatan Vlan InterVlan dan Dhcp Server dapat dilakukan dengan cepat dan meminimalkan terjadinya kesalahan. Penerapan sistem otomasi menggunakan ansible dapat mengefisienkan proses tersebut yang dilakukan secara manual. Metodologi penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode waterfall. Tahapan yang digunakan yaitu tahap analisa kebutuhan, desain sistem, penulisan kode program, pengujian program. Hasil dari penelitian ini berupa sistem yang dapat mengotomasi pembuatan create Vlan interVlan, Delete Vlan InterVlan, Show Vlan InterVlan, Mengatur PortNumbership, Mengaktifkan Trunk, menonaktifkan Trunk, Create Dhcp Server, Delete Dhcp Server, Show Dhcp Server pada perangkat router dan switch. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah ansible playbook berhasil digunakan untuk mengotomasi dan dapat mempercepat proses pembuatan kesembilan scenario pada 1 switch 4 switch dan 1 router dan 4 router.Menurut Gartner (2018) terdapat 71 persen jaringan yang masih dikendalikan secara manual dimana salah satunya melalui Command Line Interface (CLI). Konfigurasi yang dilakukan secara manual akan memunculkan beragam permasalahan seperti sering terjadinya human error, dan waktu yang di butuhkan untuk konfigurasi tersebut cenderung lebih lama. Termasuk ketika melakukan konfigurasi Virtual Local Area Network (VLAN), InterVLAN dan Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) Server pada perangkat router maupun switch. Permasalahan lain yang muncul adalah lamanya waktu yang dibutuhkan ketika melakukan konfigurasi pada perangkat switch dan router dalam skala besar secara manual dan dilakukan secara satu persatu serta memiliki konfigurasi yang identic sehingga dilakukan secara berulang. Untuk itu diperlukan solusi sehingga proses pembuatan Vlan InterVlan dan Dhcp Server dapat dilakukan dengan cepat dan meminimalkan terjadinya kesalahan. Penerapan sistem otomasi menggunakan ansible dapat mengefisienkan proses tersebut yang dilakukan secara manual. Metodologi penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode waterfall. Tahapan yang digunakan yaitu tahap analisa kebutuhan, desain sistem, penulisan kode program, pengujian program. Hasil dari penelitian ini berupa sistem yang dapat mengotomasi pembuatan create Vlan interVlan, Delete Vlan InterVlan, Show Vlan InterVlan, Mengatur PortNumbership, Mengaktifkan Trunk, menonaktifkan Trunk, Create Dhcp Server, Delete Dhcp Server, Show Dhcp Server pada perangkat router dan switch. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah ansible playbook berhasil digunakan untuk mengotomasi dan dapat mempercepat proses pembuatan kesembilan scenario pada 1 switch 4 switch dan 1 router dan 4 router.
PENGARUH IMPLEMENTASI KERNEL BASED VIRTUAL MACHINE PADA SERVER VPS TERHADAP PEMAKAIAN CPU MEMORY DAN HARDDISK Raisul Azhar; Heroe Santoso; Bambang Krismono
Jurnal Informatika dan Rekayasa Elektronik Vol. 5 No. 1 (2022): JIRE April 2022
Publisher : LPPM STMIK Lombok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36595/jire.v5i1.522

Abstract

Virtualisasi dapat diartikan dalam dunia teknologi informasi adalah penggunaan komputer di dalam computer itu sendiri, yang diimplementasikan dengan menggunakan perangkat lunak. Satu Virtual Machine (VM) mampu menangani keseluruhan sistem perangkat keras (hardware), seperti processor, memori sampai dengan hubungannya dengan Input/Output seperti   network card, sehingga penggunaan Operating System (OS) yang berbeda platform dan versi mampu dijalankan pada saat yang bersamaan . Setiap Sistem Operasi yang dipergunakan ditempatkan pada lokasi atau partisi yang  tetap. Dalam pemanfaatan virtualisasi, OS yang berperan sebagai “induk” dalam komputer disebut Host. Virtualisasi sendiri dapat diterapkan Pada berbagai jenis OS seperti windows, linux, mac OS, hingga RouterOS yang digunakan oleh mikrotik. Dengan pemanfaatan virtualisasi, keuntungan yang didapat adalah meminimalisasi resources yang digunakan. Virtualisasi juga menyediakan fleksibilitas dalam memilih OS yang tepat untuk banyak jenis server yang ingin diterapkan. Penelitian ini menerapkan metode Network Develoment Life Cycle (NDLC) dalam melakukan Analisa Kinerja  terhadap Penerapan Virtualisasi KVM pada server VPS dengan mengamati pemakaian memori, cpu dan hardisk yang dilakukan secara simulasi protype dengan bantuan aplikasi virtual mesin. Tahapan NDLC yang diadopsi yaitu analisys, design, dan simulation prototyping. Hasil penelitian diperoleh bahwa penggunaan cpu, memory, dan hdd (read dan write) saat komputer dalam keadaan idle dan Saat virtualisasi dijalankan. Berdasarkan hasil pengujian dan pengamatan dilakukan dengan aplikasi glances, pada parameter cpu, memory dan hdd (read dan write) diperoleh kondisi tidak normal dengan penggunaan tertinggi cpu 89,72%, memory 80,72% dan hdd read 13,448 Mb, dan hdd write 0,2330 Mb, karena disimpulkan pemakaian cpu dan memory melebihi batas normal yaitu 80%.
Mengetahui Adanya Pengaruh Pemanfaatan Teknologi Ponsel Dan Smart Phone Terhadap Peningkatan Produktifitas Industri Rumahan Di Lombok Muhammad Munawir Gazali; Heroe Santoso; Raisul Azhar
Jurnal Varian Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/varian.v3i1.484

Abstract

The implementation of Productivity Enhancement activities for Home Industry players (HI) through Information Communication of Technology (ICT) or Utilization of Information and Communication Technology (ICT) is a program of the Ministry of Women's Empowerment and Child Protection (KPPPA) in collaboration with the Association of Higher Education Informatics and Computers ( APTIKOM). This program was carried out in order to improve the economy of women, so that home industry players in Indonesia, especially in West Nusa Tenggara (NTB) in order to develop better and more able to increase productivity and computer science. With ICT training, it will certainly be able to improve its quality especially in utilizing technology or the digital era in an effort to market products by no longer using manual systems. With the digital era, IRs can market their products with On Line systems. Especially in the face of the era of globalization, they will be able to take advantage of existing sites, how to find products, how to determine the price of how to create e-mails and how to use social media or to develop creative businesses.
The Effectiveness of Training on Utilization of Internet Technology to Increase Sales of Home Industry Products on the Island of Lombok Heroe Santoso; Basirun Basirun; Raisul Azhar; Husain Husain
Jurnal Varian Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/varian.v4i1.858

Abstract

The home industries in Lombok Island do not fully understand using internet technology in marketing their products. This study aims to see the effectiveness of the use of internet technology to increase the sales results of home industry products on the island of Lombok. Sampling using a questionnaire spread over 4 classes. Each class consists of 40 people. Furthermore, from the data obtained, a description, normality test, and homogeneity test were carried out. The method used in this research is the Wilcoxon test using the SPSS program. The results showed that after the training was held, there was an increase in understanding of the use of the internet as a means of increasing sales of home industrial products on the island of Lombok.
IMPLEMENTASI IPS BERBASIS PORTSENTRY DAN VULNERABILITY ASSESMENT BERBASIS OPENVAS UNTUK PENGAMANAN WEB SERVER Edy Satriawan; Raisul Azhar; I Putu Hariyadi
Jurnal Bumigora Information Technology (BITe) Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : Prodi Ilmu Komputer Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1737.386 KB) | DOI: 10.30812/bite.v1i1.424

Abstract

Jaringan komputer merupakan jaringan telekomunikasi yang menghubungkan satu komputer atau lebih agar dapat saling bertukar data dan informasi. Manfaat yang sedemikian besar tersebut tentunya akan berkurang dengan adanya gangguan yang muncul terhadap jaringan. Adapun salah satu masalah yang dapat menganggu keamanan sistem adalah masuknya user atau hacker yang bermaksud merusak sistem jaringan. Dalam penerapan pengamanan web server berbasis Intrusion Prevention System (IPS), penulis menggunakan aplikasi Portsentry dan IPTables. Portsentry dan IPTables berfungsi sebagai firewall terhadap serangan seperti DDoS, Ping Attack, dan Portscanning, serta penggunaan OpenVAS dalam penerepanan metode Vulnerability Assesment dalam melakukan scannin terhadap sistem, untuk dapat mengetahui kekelemahan-kelemahan terhadap sistem yang dibangun, sehingga dapat dilakukan upaya perbaikan terhadap sistem agar menjadi lebih baik. Metodologi Penelitian yang penulis adopsi yaitu Network Development Life Cycle (NDLC), NDLC merupakan pendekatan proses dalam komunikasi data yang menggambarkan siklus yang tiada awal dan tiada akhir dalam membangun sebuah jaringan komputer mencakup sejumlah tahapan yaitu Analysis, Design, Simulation Prototype, Implementation, Monitoring dan Management.
Sistem Pendukung Keputusan Penerimaan Calon Binaan Inkubator Wirausaha Menggunakan Metode Perbandingan Eksponensial Heroe Santoso; Raisul Azhar; Husain Husain; Muliadi Muliadi
Jurnal Bumigora Information Technology (BITe) Vol 3 No 2 (2021)
Publisher : Prodi Ilmu Komputer Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/bite.v3i2.1586

Abstract

Program seleksi calon tenan bertujuan untuk mendapatkan bibit calon tenan binaan inkubator wirausaha yang memiliki potensi, minat, kompetensi dasar, dan ketrampilan di bidang wirausaha. Untuk mengikuti proses seleksi pembinaan di inkubator selama periode tertentu dengan tujuan melahirkan wirausaha di bidang kewirausahaan yang sukses dan berkelanjutan. Peserta berasal dari bidang usaha atau masyarakat umum terfokus pada pendampingan bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Selama ini Inkubator Wirausaha Nusa Tenggara Barat (NTB) selaku pihak yang berkewenangan dalam melakukan seleksi calon binaan masih menggunakan sistem manual yang tentunya berdampak pada relatif lama dalam menentukan penerimaan calon binaan. Berdasarkan permasalahan di atas pihak Inkubator Wirausaha NTB akan beralih dari sistem manual ke Sistem Pendukung Keputusan (SPK). Metode SPK yang digunakan adalah Metode Perbandingan Eksponensial (MPE) yang merupakan salah satu metode untuk menentukan urutan prioritas alternatif keputusan dengan kriteria jamak. Metode pengembangan sistem menggunakan metode waterfall yang terdiri dari beberapa tahap antara lain : tahap analisis kebutuhan, tahap desain, tahap implementasi, tahap pengujian. Kesimpulan dari penelitian ini menghasilan Sistem Pendukung Keputusan penerimaana calon binaan inkubator wirausaha menggunakan metode perbandingan eksponensial. Berdasarkan hasil pengujian sistem dari responden menyatakan sangat setuju 97,62 % dan responden setuju dengan prosentasi 2,38%.
Simulator GNS3 dan Wireshark Sebagai Model Virtual Pembelajaran Pratikum Jaringan Komputer Raisul Azhar; I Putu Hariyadi
Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Vol 3, No 2: September 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.327 KB) | DOI: 10.33394/jk.v3i2.678

Abstract

Impkementation of practicum on the course of computer networking at vocational school (SMKN1 Sambelia) and (SMKS Al Ma’rif Qomarul Huda) was through a convensional methods with incomplete equipments. In practicum activity should be supported by a various eqipments with different functions, such as; router, hub, accent firewall, but relatively expensive for procurement. Therefore, the school unable to fullfill the practicum equipments and potentially disturb the instructional process. To solve this condition, a virtual instructional methods could be implemented through GNS3 simulator completed with the network analyzer tools. The research method was Network Development Life Cicle and simulator utility of measurement functionality in the instructional of computer networking.
Pengaruh Pemenfaatan Teknologi Informasi Khususnya Komputer Terhadap Peningkatan Produktifitas Industri Rumahan di Lombok Heroe Santoso; Muhammad Munawir Gazali; Ni GustiAyu Dastriani; Raisul Azhar
SOLID Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Teknologi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35200/solid.v9i2.343

Abstract

Pelaksanaan kegiatan Peningkatan Produktivitas bagi pelaku Industri Rumahan (IR) melalui Information Communication of Technology (ICT) atau Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan program Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (KPPPA) yang bekerja sama dengan Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM).Program ini dilakukan dalam rangka untuk meningkatkan pekonomian perempuan, sehingga pelaku industri rumahan yang ada di Indonesia khususnya di Nusa Tenggar Barat (NTB) agar dapat berkembang lebih bagus serta lebih dapat meningkatkan produktifitas dan ilmu komputer. Dengan pelatihan ICT, tentu akan dapat meningkatkan kualitas dirinya terutama dalam memanfaatkan teknologi atau era digital dalam upaya untuk memasarkan produk dengan tidak lagi menggunakan sistem manual.Dengan era digital, IR bisa memasarkan produk produk-produknya dengan sistem On Line. Apalagi dalam menghadapi era globalisasi, mereka akan dapat memanfaatkan situs yang ada, cara pencarian produk, cara menetukan harga cara membuat email dan cara menggunakan media sosial atau untuk mengembangkan kreatif usaha
Analisa Cakupan Area Signal Wireless Fidelity Terhadap Kualitas Layanan Dengan Metode Top Down Network Raisul Azhar; I Putu Hariyadi; Heroe Santoso; I Gede Bagus Arthana
Jurnal Bumigora Information Technology (BITe) Vol 4 No 2 (2022)
Publisher : Prodi Ilmu Komputer Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/bite.v4i2.2431

Abstract

The proper placement of Access Point (AP) devices will affect network connectivity. This study applies the Top-Down Network Design Method which consists of the Needs Analysis Stage, Logic Design and Physical Design. This method is used to map processes that occur by identifying the needs of all internet users, designing network topology logic and determining the physical design of computer networks to be implemented. The purpose of this study is to determine the quality of connectivity from the proper Access Point range of Access Point devices and there are no deadzone s that occur and their impact on the quality of network service to users. The conclusion of this study is that it is able to improve the quality of connectivity from the reach of internet user Access Points so that there are no more dead zone coverage areas that occur in class 1 and 2 floor buildings as well as graduate buildings in the best coverage area in the 50m range for the 2.4GHz frequency. With a total of 450 users (students and lecturers), it is sufficient to provide a minimum of 125.25Mbps internet bandwidth and required 5 Access Point units and 3 wireless router units as a whole. Placement of different locations from AP devices determines good or bad quality of service produced and there is still a packet loss of 5.9% and a Throughput of 15.93Mbps in the lecturer room and in other areas.