Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah metode Economic Order Quantity (EOQ) dalam pengelolaan persediaan bahan baku lebih optimal diterapkan oleh Pizza XYZ. Variabel penelitian ini terdiri atas perhitungan EOQ yang terdiri atas EOQ, frekuensi pemesanan, biaya pemesanan serta penyimpanan persediaan, total inventory cost, safety stock, dan reorder point. Penelitian ini berfokus dalam hal menganalisis penerapan metode EOQ pada Pizza XYZ. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan analisis kuantitatif deskriptif. Teknik ini dimulai dengan mengumpulkan data yang dibutuhkan berupa data dan informasi biaya serta bukti pendukung lainnya, mengolah hasil dokumentasi dan wawancara, menghitungnya dengan variabel EOQ, membandingkan hasil perhitungan EOQ dengan kebijakan perusahaan, dan menarik hasil serta kesimpulan. Hasil analisis menunjukkan metode EOQ lebih optimal dibandingkan metode konvensional Pizza XYZ dengan mendorong penghematan pada total biaya persediaan bahan baku. Metode EOQ dapat mendorong perusahaan mencapai penghematan hingga sebesar Rp4.252.221,00 atau sekitar 55,13% dari total biaya persediaan bahan baku. Pengelolaan bahan baku tepung terigu Pizza XYZ menurut kebijakan perusahaan adalah 700 kg per pemesanan, dipesan sebanyak 40 kali, dengan total biaya persediaan Rp5.409.079,00. Adapun menurut EOQ, kuantitas per pemesanan 1.708 kg, dipesan sebanyak 10 kali, dengan total biaya persediaan Rp2.360.058,00. Pengelolaan bahan baku keju mozzarella Pizza XYZ menurut kebijakan perusahaan adalah 45 kg per pemesanan, dipesan sebanyak 65 kali, dengan total biaya persediaan Rp2.303.488,00. Adapun menurut EOQ, kuantitas per pemesanan 224 kg, dipesan sebanyak 18 kali, dengan total biaya persediaan adalah Rp1.100.288,00.
Copyrights © 2025