Pemahaman konsep merupakan salah satu tujuan utama dalam pembelajaran fisika di sekolah menengah atas (SMA). Namun, keterbatasan fasilitas laboratorium dan kurang optimalnya pelaksanaan praktikum sering menjadi kendala dalam mencapai tujuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi virtual laboratorium dalam praktikum fisika terhadap peningkatan pemahaman konsep peserta didik SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi experiment) berbentuk pretest–posttest control group design. Subjek penelitian terdiri atas dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang mengikuti praktikum fisika berbasis virtual laboratorium dan kelompok kontrol yang mengikuti praktikum konvensional. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman konsep fisika yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan uji t pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan pemahaman konsep yang signifikan antara peserta didik yang belajar menggunakan virtual laboratorium dan peserta didik yang belajar melalui praktikum konvensional. Kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan pemahaman konsep yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa implementasi virtual laboratorium efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep fisika peserta didik SMA. Oleh karena itu, virtual laboratorium direkomendasikan sebagai alternatif atau pelengkap praktikum fisika untuk meningkatkan kualitas pembelajaran fisika di SMA.
Copyrights © 2021