Jenis penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis kemampuan computational thingking (CT) siswa berdasarkan kemandirian belajar. Subjek merupakan siswa kelas X SMA dengan kemandirian belajar; tinggi, sedang, dan rendah. Teknik pengumpulan data; tes pemecahan masalah SPLTV, angket kemandirian belajar dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis berdasarkan indikator CT: dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan pengembangan algoritma. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Subjek kemandirian belajar tinggi mampu memenuhi seluruh indikator CT (2) Subjek kemandirian belajar sedang mampu memenuhi indikator dekomposisi, pengenalan pola, dan abstraksi, namun belum optimal pada pengembangan algoritma karena terdapat kesalahan dalam melakukan langkah eliminasi dan substitusi dalam penyelesaian (3) Subjek kemandirian belajar rendah hanya memenuhi indikator dekomposisi, mengalami kesulitan menentukan strategi penyelesaian. Tingkat kemandirian belajar membedakan kemampuan CT siswa, kemandirian tinggi menunjukkan CT lengkap, sedang menunjukkan CT parsial yang membutuhkan bimbingan, dan rendah menunjukkan CT terbatas yang memerlukan scaffolding, sehingga pengembangan CT bergantung pada kemandirian belajar dan dukungan guru.
Copyrights © 2025