This study aims to analyze the theological meaning of love (agape) and faith (pisteuo panta) in 1 Corinthians 13:7 and implement it in the development of Christian character and leadership today. The problem faced is a lack of practical understanding of how love and faith can be applied concretely in Christian leadership, especially for ministers of God in dealing with crises of faith, internal church conflicts, and the challenges of modernism. This study attempts to address these issues by examining the theological foundation of 1 Corinthians 13:7, analyzing the character development of ministers, and offering implementation strategies in the context of current leadership. The method used is a qualitative approach with theological analysis of the biblical text, literature study from theological and leadership sources, and practical application in the church context. This study integrates theological understanding, historical case studies (the Corinthian congregation), and current leadership strategies to produce a holistic framework for servants of God. The results of the study show that love and trust are essential foundations for effective Christian leadership. Love and trust are not only theological principles, but transformative strategies that can build a strong congregation, leaders with integrity, and relevant ministry in the midst of changing times.AbstrakKajian ini bertujuan untuk menganalisis makna teologis kasih (agape) dan kepercayaan (pisteuo panta) dalam 1 Korintus 13:7 serta mengimplementasikannya dalam pengembangan karakter dan kepemimpinan Kristen masa kini. Masalah yang dihadapi adalah kurangnya pemahaman praktis tentang bagaimana kasih dan kepercayaan dapat diterapkan secara konkret dalam kepemimpinan Kristen, terutama hamba Tuhan dalam menghadapi krisis kepercayaan, konflik internal jemaat, dan tantangan modernisme. Kajian ini coba menjawab masalah tersebut dengan mengkaji fondasi teologis 1 Korintus 13:7, menganalisis pengembangan karakter hamba Tuhan, dan menawarkan strategi implementasi dalam konteks kepemimpinan saat ini. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis teologis terhadap teks Alkitab, studi literatur dari sumber-sumber teologis dan kepemimpinan, serta penerapan praktis dalam konteks gereja. Kajian ini mengintegrasikan pemahaman teologis, studi kasus historis (jemaat Korintus), dan strategi kepemimpinan masa kini untuk menghasilkan kerangka kerja yang holistik bagi hamba Tuhan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kasih dan kepercayaan merupakan fondasi esensial bagi kepemimpinan Kristen yang efektif. Kasih dan kepercayaan bukan hanya prinsip teologis, tetapi strategi transformatif yang mampu membangun jemaat yang kuat, pemimpin yang berintegritas, dan pelayanan yang relevan di tengah perubahan zaman.Quick BuyQuick Buy
Copyrights © 2025