Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan keterampilan berpikir kritis pada mata pelajaran Fisika antara peserta didik yang memperoleh pembelajaran dengan metode Ceramah dan peserta didik yang mengikuti pembelajaran menggunakan metode Problem-Based Learning (PBL) di SMA Negeri 6 Muaro Jambi. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain pretest–posttest control group. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan berpikir kritis yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Sampel penelitian adalah kelas XII F3 (kelompok eksperimen atau Ceramah) dan kelas XII F 4 (kelompok control atau PBL), masing-masing berjumlah 30 peserta didik. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok (Sig. < 0.05), dengan rerata hasil posttest keterampilan berpikir kritis kelompok Ceramah lebih tinggi (80.00) dibandingkan kelompok PBL (74.44). Dengan demikian, metode Ceramah terbukti lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik, sebuah temuan yang mengejutkan mengingat pandangan umum bahwa PBL lebih unggul dalam aspek tersebut.
Copyrights © 2025