Artikel ini mengkaji keunikan dan keajaiban linguistik Al-Qur'an melalui analisis pola penggunaan kata kerja (fi'il). Kajian ini menunjukkan bahwa pilihan setiap kata kerja, termasuk bentuk waktu (kala), bentuk kata (wazan), dan suara (aktif-pasif), bukanlah acak melainkan dipilih dengan presisi ilahiah untuk tujuan retoris (balaghah) yang mendalam. Analisis difokuskan pada tiga pola utama: (1) penggunaan bentuk lampau (madhi) untuk menggambarkan peristiwa masa depan demi menekankan kepastiannya; (2) perbedaan makna yang timbul dari perubahan wazan, seperti pada kata anzala (menurunkan sekaligus) dan nazzala (menurunkan secara berangsur-angsur); dan (3) fungsi strategis kalimat pasif (majhul) untuk menonjolkan perbuatan atau mengagungkan pelaku yang sudah jelas. Pola-pola ini secara kolektif menjadi bukti bahwa bahasa Al-Qur'an merupakan mukjizat linguistik (I'jaz Lughawi) yang kaya makna dan mengundang pembaca untuk melakukan refleksi yang lebih mendalam (tadabbur).
Copyrights © 2025