cover
Contact Name
Miftahul Khoirin
Contact Email
jiqsi@stiqmiftahulhudarawalo.ac.id
Phone
+6285172303910
Journal Mail Official
jiqsi@stiqmiftahulhudarawalo.ac.id
Editorial Address
https://ejournal.stiqmiftahulhudarawalo.ac.id/index.php/jiqsi/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
JIQSI : Jurnal Ilmu Al Qur'an dan Studi Islam
ISSN : -     EISSN : 29879957     DOI : -
Core Subject : Religion,
We accept scholarly articles that the subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives of Quranic Studies, Quranic Exegesis Studies, Quranic Philology Studies, Quranic Sciences, Living Quran, Quran in Media, Islamic Studies.
Articles 29 Documents
Kajian Living Qur’an Tradisi Membaca Surah Al-Kahfi Santri di Pondok Pesantren Miftahul Huda Rawalo Banyumas Hidayat, Imam Ma’arif
JIQSI : Jurnal Ilmu Al Qur'an dan Studi Islam Vol 1 No 1 (2023): Januari - Juni 2023
Publisher : STIQ Miftahul Huda Rawalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang fenomena al-Qur’an yang hidup ditengah masyarakat dengan kata lain Qur’an in Everyday Life, seperti yang terjadi di Pondok Pesantren Miftahul Huda Rawalo Banyumas yaitu tradisi membaca surah al-Kahfi yang diikuti oleh seluruh santri dan pengurus pondok. Adapun Tradisi membaca surah al-Kahfi di Pondok Pesantren Miftahul Huda telah dijalankan diwaktu yang lama di teruskan dari generasi ke generasi sampai saat ini, kegiatan tersebut menjelma menjadi budaya yang sarat dengan makna. Kegiatan tersebut tidak hanya menjalankan ritual saja namun memiliki motif tertentu dalam tradisi membaca Surah Al-Kahfi tersebut. Maka fokus pembahasan dari penelitian ini adalah (1) Bagaimana Tradisi membaca Surah Al-Kahfi Santri di Pondok Pesantren Miftahul Huda (2) Bagaimana Makna tradisi membaca Surah Al-Kahfi di Pondok Pesantren Miftahul Huda Rawalo Banyumas. Hasil penelitian dalam artikel ini adalah (1) Kegiatan tradisi membaca Surah Al-Kahfi santri di Pondok Pesantren Miftahul Huda Rawalo Banyumas merupakan fenomena local yang telah dilaksankan dalam waktu yang lama dan secara turun temurun, santri menjalaninya secara rutin dan menyatu dengan Pondok Pesantren. Kegiatan tersebut bukanlah program yang tertulis namun sudah menjadi kebiasaan pengasuh yang kemudian di ikuti oleh santri dan pengurus. Kegiatan ini menjelma menjadi budaya pesantren yang dimiliki dan dilaksanakan secara kolektif serta menjadi identitas santri (2) Tradisi membaca Surah Al-Kahfi di Pondok Pesantren Miftahul Huda memiliki persepsi tertentu dapat dikelompokan menjadi dua yaitu : Pertama, because motif (motif karena) yang terdiri dari karena ketakdiman, karena mendapatkan pahala, dan karena mengetahui keutamaan surah al-Kahfi. Kedua, In Order to Motif (Motif Untuk) ketenangan hati, mendapatkan derajat keutaman di hadapan Allah dan untuk kemudahan menghafal al-Qur’an serta terhindar dari kepikunan. Sedangkan dalam pemaknaannya tradisi membaca Surah Al-Kahfi di Pondok Pesantren Miftahul Huda dibagi menjadi dua yaitu makna objektif dan makna subjektif. Pertama, makna objektif yang merupakan makna dari pengasuh pondok yang terdapat dua makna yaitu dimaknai sebagai pelancar rezeki, dan dimaknai sebagai amalan sehari-hari. Kedua, makna subjektif yang merupakan pemaknaan dari santri dan pengurus pondok yang ditemukan terdapat beberapa makna di antaranya: sebagai amalan sehari-hari, pelancar rezeki, Obat Hati, dan penambah pengetahuan.
POLIGAMI DALAM AL-QUR’AN (STUDI ANALISIS PENDEKATAN MA’NA CUM MAGHZA SAHIRON SYAMSUDIN DALAM QS. AN-NISA’ [4]: 3) Alfaozi, Mahfud; Umam, Irsyadul
JIQSI : Jurnal Ilmu Al Qur'an dan Studi Islam Vol 1 No 1 (2023): Januari - Juni 2023
Publisher : STIQ Miftahul Huda Rawalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Poligami dalam al-Qur’an ataupun dunia islam adalah suatu hal yang selalu  menarik untuk diperbincangkan, dari dulu sampai sekarang topik permasalahan  mengenai poligami ini masih tetap menjadi hal yang selalu menjadi perdebatan  oleh sebagian mufassir baik itu klasik maupun kontemporer. Seperti halnya yang  dilakukan Sahiron Syamsuddin yang dalam menafsirkan poligami dengan salah  satu metode penafsiranya yaitu ma’na cum maghza ( pesan utama dan signifikasi),  dalam penafsirannya ini masih banyak pendapat dari banyak mufassir yang tidak  sependapat dengan penafsirannya, hal ini yang menjadi menarik untuk dikaji. Penelitian dengan judul “Poligami dalam Al-Qur’an (Studi Analisis Ma’na Cum  Maghza Sahiron Syamsuddin” memiliki rumusan masalah: bagaimana Poligami  Dalam Al-Qur’an dengan menggunakan pendekatan Ma’na Cum Maghza  Sahiron Syamsudin?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana  poligami dalam al-Qur’an dengan pandangan dari Ma’na Cum Maghza. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan metode  pengumpulan datanya melalui studi pustaka. Sumber data yang digunakan dalam  penelitian ini adalah sumber Primer yiatu surah An-Nisa’ ayat 3 dan Sekunder,  berupa karya-karya tertulis. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa poligami dalam al-Qur’an  surah an-Nisa’ (4): 3 dengan melalui studi analisis pendekatan ma’na cum maghza  dibagi menjadi 3 pembahasan, (1)makna historis, dimana poligami sudah ada  sejak zaman pra-islam atau sebelum Nabi lahir, (2)signifikasi fenomena historis,  poligami juga terjadi pada zaman Nabi Muhammad saw dan para sahabatnya,  (3)signifikasi fenomena dinamis,sampai pada saat ini, pologami masih tetap ada,  tetapi dengan berbagai ketentuan hokum dan syarat tertentu dalam praktik  pelaksanaan poligami.   
STRATEGI PEMBELAJARAN SANTRI TAHFIDZ OLEH KH. AGUS RIFAN PENGASUH PONPES ALMADANI RAWALO Hidayat, Imam Ma’arif; Haqi Mabrur
JIQSI : Jurnal Ilmu Al Qur'an dan Studi Islam Vol 1 No 1 (2023): Januari - Juni 2023
Publisher : STIQ Miftahul Huda Rawalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah menguraikan dan menganalisis strategi pembelajaran  menghafal Alquran (Hifz Alquran) yang dilakukan di Pesantren Al-Madani  Rawalo. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan observasi,  wawancara, dan dokumentasi untuk mendapatkan data yang diperlukan. Hasil  yang didapat bahwa stragegi pembelajaran tahfiz Alquran di pesantren  menggunakan beberapa metode yaitu al-wahdah, as-sima’i, dan al-jam’u.  sedangkan untuk strategi yang digunakan adalah menggunakan strategi pesantren  klasik berbasis bandungan dan sorogan.
Kajian Islam Nusantara dalam Konteks Sinyalemen Hadis Nabi SAW Tentang Negeri Atas Angin Robingun Suyud El Syam; Nur Sachidin
JIQSI : Jurnal Ilmu Al Qur'an dan Studi Islam Vol 1 No 1 (2023): Januari - Juni 2023
Publisher : STIQ Miftahul Huda Rawalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel bertujuan bagaimana kajian Islam Nusantara dalam konteks Hadis Nabi  tentang Negeri Atas Angin, dengan menekankan pada aspek genealogis serta  pemaknaan dialek dan kontek Islam Nusantara. Dengan pendekatan teoritik,  penelitian menyimpulkan: bahwa Islam Nusantara merupakan identitas Islam  sebagai agama yang menjadi mayoritas dianut penduduk Indonesia, sebagai hasil  interaksi, kontekstualisasi, indigenisasi, interpretasi, dan vernakularisasi terhadap ajaran dan nilai-nilai Islam yang universal, yang sesuai dengan realitas budaya Indonesia. Studi Islam atas sinyalemen nabi Muhammad Saw tentang negeri atas angin mengukuhkan Islam Nusantara merupakan representasi dari Islam yang  moderat dan mempunyai fleksibelitas tinggi sehingga bisa diterima banyak pihak. Penelitian memungkinkan langkah lebih lanjut dan kejian lebih luas, sehingga dapat menguatkan identitas Islam Nusantara.
Kisah Maryam Dalam Al-Qur’an Surat Maryam Prespektif Tafsir Al-Maraghi Alfaozi, Mahfud
JIQSI : Jurnal Ilmu Al Qur'an dan Studi Islam Vol 1 No 1 (2023): Januari - Juni 2023
Publisher : STIQ Miftahul Huda Rawalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kisah dalam Al-Qur’an disajikan untuk menjadi pelajaran bagi umat manusia.  Salah satu kisah yang menarik untuk dikaji adalah kisah Maryam. Sudah banyak  tafsir yang menjelaskan kisah al-Qur’an beserta israiliyyat nya, namun dalam  Tafsir Al-Maraghi hanya disebutkan kisah yang tercantum dalam ayat tersebut,  tafsir ini tidak menyajikan tema israiliyyat dalam tafsirnya. Metode yang  digunakan adalah metode tahlili, menggunakan corak al-Adabi al-Ijtima’i. Banyak  sekali perbedaan antara tafsir yang menyajikan tema israiliyyat dengan yang sama  sekali tidak ada unsur israiliyyatnya. Penelitian yang berjudul “Kisah Maryam  Dalam Surat Ali ’Imran dan Surat Maryam (Perspektif Ahmad Musthafa Al-Maraghi)” ini memiliki rumusan masalah bagaimana kisah Maryam dalam Tafsir  Al-Maraghi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kisah  Maryam dalam penafsiran al-Qur’an. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan metode  pengumpulan datanya melalui metode studi pustaka. Sumber data penelitian yang  digunakan adalah sumber Primer Dan Sekunder, berupa karya-karya tertulis yaitu  kitab Tafsir Al-Maraghi. Berdasarkan hasil penelitian tentang kisah Maryam dalam Surat Maryam (19) ayat  16-30 dalam Tafsir Al-Maraghi dapat disimpulkan bahwa Maryam merupakan  wanita yang dimuliakan karena ketaatannya kepada Allah Swt. dan seluruh  hidupnya diabdikan untuk Baitul Maqdis. Satu-satunya wanita pilihan yang  namanya diabadikan menjadi nama surat dalam al-Qur’an. Selain itu, Maryam  juga wanita suci yang tidak pernah tersentuh oleh lelaki.
AURAT PEREMPUAN PADA SURAT AN NUR AYAT 31 Studi Kitab Tafsir Marr’ah Labid Karya Syekh Nawawi Al Bantani Khoirin, Miftahul; Hidayat, Imam Ma’arif
JIQSI : Jurnal Ilmu Al Qur'an dan Studi Islam Vol 1 No 1 (2023): Januari - Juni 2023
Publisher : STIQ Miftahul Huda Rawalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Qur’an bisa didefinisikan sebagai “firman-firman Allah yang disampaikan oleh  malaikat Jibril sesuai dengan redaksi-Nya kepada nabi Muhammad SAW., dan  diterima oleh umat Islam secara tawatur. Hal ini disebabkan karena problematika  kehidupan bersifat dinamis, yang tentunya tidak satu persatu dijelaskan secara  jelas dan tegas dalam ayat Al-Qur’an melaikan seseorang harus mampu mencari  esensi makna dari suatu ayat, dari sekian problematika, hal yang terkait dengan  aurat perempuan merupakan salah satunya pembicaraan tentang perempuan yang  selalu menjadi salah satu topik yang menarik, tidak ada habisnya dikaji dan  diperbincangkan serta tidak akan pernah terlepas dari kritik sosial mulai dari segi  jasmaninya, rohani, hak, kewajiban sampai eksistensinya. Salah satu yang  menjadi sorotan dari sosok perempaun yakni auratnya, Sejauh ini aurat  perempuan yang di-mafhumi masyarakat umum memiliki batasan seluruh tubuh  terkecuali wajah dan telapak tangan serta menjadi hal yang tidak pernah selesai  untuk diperdebatkan. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan metode pengumpulan datanya melalui metode study pustaka. Sumber data penelitian yang  digunakan adalah sumber primer dan sekunder, berupa karya-karya tertulis yaitu  kitab Tafsir Marr’ah Labid. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa Aurat Perempuan pada surat  an-Nur ayat 31 Study Kitab Tafsir Marr’ah Labid (karya Syekh Nawawi Al Bantani): Seorang perempuan muslimah harus menutup auratnya, sedangkan aurat  perempuan adalah seluruh tubuh selain yang dikecualikan. Dan menjaga martabat  seorang perempuan, dengan tidak memperlihatkan auratnya kepada laki-laki lain  selain mahramnya. Jangan memakai pakaian yang ketat atau pakaian yang  menerawang sehingga memunculkan fitnah. Kitab yang telah ditulis oleh Syekh Nawawi al-Bantani. Tafsir Marāh Labīd terdiri dari 2 jilid, jilid pertama berjumlah 511 halaman beserta daftar isinya dan jilid kedua berjumlah 476 halaman beserta daftar isinya. Di mana jilid yang pertama dimulai dari surat al[1]Fātihah sampai dengan asal surat al-Kahfi
Implementasi Desain Pembelajaran Model Assure PAI Kelas VI di SDN 2 Kalisalak Tema Q.S Al-Maidah Ayat 3 dan Al-Hujurat Ayat 13 Kuswantoro; Hidayat, Imam Ma’arif
JIQSI : Jurnal Ilmu Al Qur'an dan Studi Islam Vol 1 No 1 (2023): Januari - Juni 2023
Publisher : STIQ Miftahul Huda Rawalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran ASSURE merupakan model pembelajaran yang terdiri atas enam jenis kegiatan. Adapun model pembelajaran ASSURE meliputi melakukan analisa terhadap peserta didik (analize learners), membuat rumusan tujuan belajar (states objectives), memilih metode (select methodes), media dan bahan ajar (media and material), menggunakan media dan bahan ajar (utilize media and material), melakukan pengembangan terhadap peran serta peserta didik (require learner participation), melakukan evaluasi dan perbaikan (Evaluate and Revise). Model pembelajaran ini cocok digunakan pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di tingkat sekolah dasar karena model ini berorientasi pada kelas sehingga suatu tema disesuaikan dengan kondisi siswa. Penelitian ini merupakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi library (library reaserch). Hasil penelitian menunjukan bahwa model pembelajaran ASSURE pada pembelajaran PAI di SD N 2 Kalisalak merupakan model yang sangat efektif dalam kegiatan pembelajaran karena dapat langsung diaplikasikan dalam kegiatan pembelajaran PAI di ruang kelas. 
PROFESIONALISME SUAMI ISTRI PERSPEKTIF PEMAHAMAN HADIS MAJELIS TAFSIR AL-QUR’AN (MTA) Mokhamad Sukron; Ilham Monik Sugara
JIQSI : Jurnal Ilmu Al Qur'an dan Studi Islam Vol 1 No 2 (2023): Juli-Desember 2023
Publisher : STIQ Miftahul Huda Rawalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64341/jiqsi.v1i2.8

Abstract

Pernikahan adalah perjanjian antara laki-laki dan perempuan untuk menempuh kehidupan berumah tangga. Pada saat telah dilaksanakannya akad, sejak saat itulah kedua belah pihak sudah saling terkait dan terikat satu sama lain, karena akad tersebut kemudian muncul diantara keduanya adanya hak dan kewajiban sebagai pasangan suami-istri. Hal yang pasti menjadi harapan semua pasangan ketika sudah menikah adalah bagaimana menciptakan keluarga yang harmonis, yang di dalam agama Islam dikenal sebagai Sakinnah, Mawaddah dan Rahmah. Maka diperlukan suatu keseragaman pemahaman tentang adanya hak dan kewajiban suami-istri setelah menikah. Konsep pernikahan dalam Islam mengajarkan bahwa hak-hak yang dimiliki suami maupun istri itu seimbang. Dalam hukum Islam akad pernikahan bukan hanya perkara perdata saja, melainkan juga adanya ikatan suci yang sangat kokoh (Mitsaqon Ghalidzan) yang berkaitan dengan keyakinan dan keimanan kepada Allah SWT.
Memaknai Kalimatun Sawa’ dalam Mencari Titik Temu Islam-Kristen Bimba Valid Fathony
JIQSI : Jurnal Ilmu Al Qur'an dan Studi Islam Vol 1 No 2 (2023): Juli-Desember 2023
Publisher : STIQ Miftahul Huda Rawalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64341/jiqsi.v1i2.9

Abstract

Penelitian ini berisi penjabaran tentang Kalimatun Sawa’ atau kata bersama antara Islam dan Kristen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa metode kualitatif library research. Tujuan dari penelitian ini yaitu, bagaimana Memaknai Kalimatun Sawa’ Dalam Mencari Titik Temu Islam-Kristen?. Pembahasan dari penelitian ini melingkupi Islam dan Kristen di Masa Nabi Muhammad yang dimana di Nabi Muhammad semasa hidupnya telah menjalin hubungan baik dengan umat Kristen/Nasrani. Yang kala itu umat Islam dan Kristen hidup berdampingan. Selanjutnya, makna kandungan Kalimatun Sawa’. Ajaran para Nabi dan Rasul kesemuanya mempunyai inti yang sama yaitu merujuk kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menentang menyekutuan terhadapnya. Kesepakatan untuk menyembah kepada Tuhan Yang Maha Esa merupakan suatu titik pertemuan yang dalam bahasa Al-Qur’an sebagai Kalimatun Sawa’. Dan yang terakhir yaitu bagaimana Kalimatun Sawa’ dalam mencari titik temu Islam-Kristen. Konsep Kalimatun Sawa’ mencoba untuk mengisi kekosongan dialog teologis antara Islam dan Kristen. Kalimatun Sawa’ merupakan konsep dialog dalam mencari titik temu bersama dan membentuk agama dalam fungsinya sebagai instrumen perdamaian dan kasih sayang terkhusus bagi Islam dan Kristen.
Mencerahkan Dunia tentang Edukasi Islam Nusantara : Sebuah Soft Power dari Piala Dunia FIFA U-17 2023 Indonesia Robingun Suyud El Syam; Nur Sachidin
JIQSI : Jurnal Ilmu Al Qur'an dan Studi Islam Vol 1 No 2 (2023): Juli-Desember 2023
Publisher : STIQ Miftahul Huda Rawalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64341/jiqsi.v1i2.10

Abstract

Artikel ini bertujuan menelisik mencerahkan dunia tentang edukasi Islam Nusantara : sebuah soft power dari Piala Dunia FIFA U-17 2023 Indonesia. Riset merupakan library research setting fenomenologi memakai content analysis. Hasil penelitian menunjukkan: bahwa Piala Dunia FIFA U-17 2023 menjadikan soft power bagi Negara Indonesia terhadap dunia Internasional. Kesan mendalam bagi para pemain, pelatih, dan supperter kontestan turnamen tersebut, menunjukkan Indonesia memikat dunia dari unsur karamah-tamahan, dan eloknya budaya khas yang berbeda dengan Negara lain. Keelokan tersebut merupakan buah dari islamisasi ulama Nusantara yang dapat mengharmonisasikan ajaran Islam dengan budaya setempat. Model ini menciri sebagai Islam Nusantara yang dapat berdiplomasi dengan berbagai budaya yang berbeda, tanpa kehilangan esensinya. Implikasi penelitian: pentingnya Piala Dunia bagi pencerahan Islam dihadapan Dunia. Penelitian memberi arah bagi riset masa depan yang lebih komprehensif.

Page 1 of 3 | Total Record : 29