Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji titik impas atau Break Even Point (BEP) dalam perannya sebagai alat perencanaan laba pada UMKM Farm Broiler Batam. Sebagai wilayah urban dengan permintaan daging ayam yang tinggi namun kapasitas produksi lokal yang terbatas, perencanaan keuangan yang matang menjadi krusial bagi keberlangsungan usaha peternakan. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara terstruktur, dan studi dokumentasi. pada operasional peternakan berkapasitas 500 ekor. Total biaya tetap dalam usaha ini sebesar Rp 9.050.000, sementara biaya variabel per ekor mencapai Rp 32.165. Dengan struktur biaya tersebut, titik impas (Break Even Point) tercapai pada penjualan sebanyak 205 ekor ayam atau setara dengan nilai pendapatan Rp 15.630.397. Dengan estimasi hasil produksi yang diperoleh, usaha ini diproyeksikan menghasilkan laba bersih sebesar Rp 12.384.000 dalam satu siklus pemeliharaan ayam broiler selama dua bulan. Analisis ini menyimpulkan bahwa usaha Farm Broiler Batam berada pada posisi menguntungkan dengan margin keamanan yang luas, selama tingkat mortalitas dapat ditekan di bawah 3%.
Copyrights © 2025