Studi ini menganalisis tingkat, tren, dan kualitas pengungkapan keberlanjutan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (Adaro) terkait transisi energi untuk periode 2022-2024. Menggunakan Teori Legitimasi (Legitimacy Theory) dan Teori Pemangku Kepentingan (Stakeholder Theory) sebagai kerangka kerja, penelitian ini menguji bagaimana pelaporan digunakan sebagai alat strategis untuk mengelola persepsi di tengah tekanan dekarbonisasi. Desain metode campuran digunakan, menggabungkan analisis konten kuantitatif (indeks penilaian) dan analisis konten kualitatif (analisis tematik) dari laporan keberlanjutan. Hasil kuantitatif menunjukkan tren kenaikan yang konsisten dalam skor pengungkapan, meningkat dari 22 poin (2022) menjadi 32 poin (2024). Peningkatan ini mengindikasikan respons terhadap tekanan pemangku kepentingan. Namun, analisis kualitatif mengungkapkan bahwa perbaikan ini bersifat strategis. Meskipun ada peningkatan dalam pelaporan data operasional (emisi Lingkup 1 & 2, limbah), pengungkapan data transisi yang paling penting, khususnya alokasi modal (Capex) untuk pilar hijau dan emisi Lingkup 3, tetap minimal atau dihilangkan secara strategis. Temuan ini menegaskan adanya strategi manajemen kesan (impression management). Adaro memanfaatkan peningkatan kuantitatif untuk mempertahankan legitimasi sambil secara strategis menahan data sensitif yang dapat mendelegitimasi bisnis inti batubaranya.
Copyrights © 2025