Sektor peternakan unggas pedaging berskala mikro memiliki kontribusi vital terhadap ekonomi Indonesia, namun mayoritas pelaku usaha masih mengoperasikan sistem pembukuan sederhana tanpa mengacu pada standar akuntansi. Kajian ini bertujuan menganalisis tingkat kesesuaian praktik pelaporan finansial Farm Broiler Batam terhadap framework SAK EMKM. Riset menggunakan metodologi kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pemilik usaha dan analisis dokumentasi transaksi sepanjang dua tahun operasional dengan kapasitas 1.000 ekor per siklus. Temuan mengungkapkan bahwa Farm Broiler Batam belum menerpakan SAK EMKM dalam konstruksi laporan keuangannya. Sistem recording yang diterapkan masih bersifat kas basis tanpa klasifikasi komponen aset, liabilitas, dan ekuitas. Peneliti kemudian melakukan rekonstruksi laporan sesuai pedoman SAK EMKM, menghasilkan statement posisi keuangan dan laba rugi yang lebih terstruktur, mampu menyediakan informasi finansial lebih komprehensif untuk pengambilan keputusan bisnis dan aksesibilitas permodalan.
Copyrights © 2025