Surah Al-Falaq dan An-Nas yang dikenal sebagai Al-Mu’awwidzatain memiliki kedudukan khusus sebagai media perlindungan dari berbagai bentuk kejahatan, termasuk sihir. Meskipun teknologi modern berkembang pesat, keyakinan masyarakat Desa Sana Tengah terhadap eksistensi sihir dan santet tetap mengakar kuat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini melibatkan observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta telaah dokumen. Analisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi tahapan reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan secara berkesinambungan. "Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis baru dengan menggeser fokus kajian dari sekadar pemaknaan tekstual ke arah analisis fenomenologi praktis, yang mengungkap bagaimana masyarakat Desa Sana Tengah mengintegrasikan Al-Mu'awwidzatain sebagai sistem pertahanan psikis dan sosial-religius yang unik dalam menghadapi ancaman metafisika di era modern." Penelitian di Desa Sana Tengah ini menunjukkan bahwa masyarakat menangkal keyakinan sihir dengan mengamalkan Surah Al-Falaq dan An-Nas sebagai rutinitas maupun ruqyah syar’iyyah. Praktik ini dipicu oleh faktor teologis, pengalaman pribadi, dan pengaruh tokoh agama. Dalam perspektif Living Qur’an, fenomena ini mencerminkan interaksi dinamis antara teks suci dengan realitas sosial yang berfungsi memberikan ketenangan psikologis serta memperkuat solidaritas masyarakat.
Copyrights © 2025