Dalam dunia pendidikan yang didalamnya terdapat berbagai macam budaya, isu toleransi di kalangan pelajar di sekolah menengah menjadi tantangan yang serius sehingga membutuhkan pendekatan yang lebih inklusif. Penulisan artikel ini bertujuan dalam mengkaji efektivitas pendekatan multikultural berbasis konseling kelompok sebagai upaya dalam meningkatkan sikap toleransi siswa pada berbagai macam perbedaan. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) untuk mengkaji dan mengeksplorasi studi literatur yang diterbitkan dalam kurun 10 tahun terakhir. Dalam praktiknya, konseling ini menghadapi berbagai tantangan, seperti perbedaan nilai budaya, gaya komunikasi, bahasa, serta prasangka dan stereotip antar anggota kelompok. Tantangan-tantangan ini dapat menghambat dinamika kelompok jika tidak dikelola dengan baik oleh konselor. Oleh karena itu, strategi efektif dan kompetensi multikultural menjadi aspek penting dalam menciptakan lingkungan kelompok yang inklusif dan suportif. Konselor memiliki peran sentral dalam memfasilitasi proses ini, dengan cara membangun kesadaran budaya, menciptakan ruang aman, serta menggunakan komunikasi yang sensitif budaya. Artikel ini membahas tantangan yang umum dihadapi dalam konseling kelompok multikultural serta pendekatan dan peran konselor dalam mengatasinya untuk mendukung perkembangan individu dalam konteks keberagaman budaya. Kata Kunci: konseling kelompok multikultural, tantangan, strategi, peran konselor
Copyrights © 2025