Graphics Processing Unit (GPU) semakin berperan penting dalam pengembangan kecerdasan buatan, industri game, dan kebutuhan profesional. Namun, harga GPU mengalami volatilitas tinggi dalam beberapa tahun terakhir akibat gangguan rantai pasokan global, aktivitas penambangan kripto, serta meningkatnya permintaan dari pusat data. Peramalan harga GPU yang akurat dapat membantu konsumen dan pelaku bisnis menentukan waktu pembelian yang optimal serta membantu produsen dalam perencanaan produksi dan strategi penetapan harga. Penelitian ini bertujuan untuk meramalkan harga GPU menggunakan pendekatan deret waktu statistik Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA). Dataset yang digunakan berupa harga historis GPU bekas NVIDIA RTX 4090 pada periode Oktober 2022 hingga Juli 2024. Data dibagi secara berurutan menjadi 80% untuk pelatihan dan 20% untuk pengujian. Parameter model diidentifikasi menggunakan uji Augmented Dickey–Fuller (ADF) dan kriteria Akaike Information Criterion (AIC), dengan konfigurasi optimal ARIMA (3,1,3). Hasil evaluasi menunjukkan MAPE = 8,53%, RMSE = 159,75 USD, dan R² = –1,96, yang menunjukkan bahwa ARIMA mampu menangkap tren umum, namun kurang efektif dalam menghadapi pergerakan harga GPU yang sangat fluktuatif. Temuan ini menunjukkan bahwa ARIMA dapat digunakan sebagai model dasar yang andal untuk peramalan jangka pendek, dan dapat ditingkatkan lebih lanjut melalui pendekatan hibrida atau metode berbasis machine learning.
Copyrights © 2025