Kerajaan Sriwijaya merupakan salah satu kerajaan maritim terbesar di Asia Tenggara yang memiliki peran penting dalam membangun jaringan perdagangan dan hubungan diplomatik di wilayah Nusantara pada abad ke-7 hingga abad ke-13 Masehi. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bentuk, karakter, dan dampak hubungan diplomatik Sriwijaya dengan kerajaan-kerajaan lain di kepulauan Indonesia, seperti Melayu, Tarumanegara, Kalingga, Kutai, dan Medang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis sumber primer dan sekunder, termasuk prasasti, catatan perjalanan asing, dan penelitian historis modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sriwijaya menjalin hubungan diplomatik melalui strategi politik, perdagangan, keagamaan, dan pendidikan. Diplomasi tersebut berdampak pada terbentuknya jaringan ekonomi maritim yang kuat, penyebaran agama Buddha, serta lahirnya integrasi budaya di kawasan Nusantara. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa hubungan diplomatik Sriwijaya menjadi fondasi awal bagi terbentuknya identitas geopolitik dan budaya maritim Indonesia.
Copyrights © 2025