Perkembangan pariwisata berbasis pengalaman dan teknologi mendorong destinasi menghadirkan atraksi inovatif seperti wahana Virtual Reality (VR), namun efektivitasnya bergantung pada strategi pemasaran yang tepat. Penelitian ini berangkat dari penurunan jumlah pengunjung wahana VR di Nimo Highland Pangalengan pada 2024–2025, meskipun kunjungan destinasi secara keseluruhan relatif stabil, yang mengindikasikan persoalan pada faktor internal, terutama lokasi dan harga. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh lokasi dan harga terhadap keputusan pembelian tiket wahana VR, baik secara parsial maupun simultan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain deskriptif-verifikatif, pengumpulan data melalui kuesioner kepada pengunjung, serta analisis menggunakan regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi dan harga masing-masing berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, serta keduanya secara simultan memberikan pengaruh yang kuat. Temuan ini menegaskan pentingnya visibilitas lokasi dan kesesuaian harga dengan persepsi nilai pengalaman, sehingga optimalisasi penempatan wahana dan strategi harga menjadi implikasi utama bagi pengelola. Penelitian selanjutnya disarankan menambahkan variabel pengalaman, promosi digital, dan kepuasan pengunjung. Kata kunci: lokasi, harga, keputusan pembelian, virtual reality, pariwisata teknologi.
Copyrights © 2026