Manajemen sumber daya manusia (SDM) dalam konteks pemerintahan desa memiliki peran penting dalam menentukan kualitas tata kelola dan pelayanan publik. Studi ini bertujuan untuk menganalisis implementasi empat fungsi manajemen klasik perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan dalam pengelolaan SDM aparatur di Desa Wora. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berbasis studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan analisis dokumen. Temuan menunjukkan bahwa perencanaan SDM belum sistematis, tanpa dokumen strategis dan program pelatihan yang berkelanjutan. Struktur organisasi sudah terbentuk, namun distribusi tugas tidak mempertimbangkan kompetensi dan latar belakang pendidikan. Tingkat absensi tinggi serta motivasi kerja rendah, mencerminkan lemahnya penggerakan aparatur. Pengawasan belum berjalan efektif akibat tidak adanya evaluasi berkala dan standar pelaporan. Studi ini berkontribusi pada literatur SDM sektor publik di tingkat lokal dengan menyoroti pentingnya desain manajerial yang adaptif dalam konteks desa. Implikasi praktisnya mencakup perumusan strategi berbasis kompetensi, insentif kinerja, dan sistem evaluasi terstandar. Riset lebih lanjut disarankan mengeksplorasi intervensi berbasis teknologi dan model kepemimpinan lokal yang kontekstual.
Copyrights © 2026