Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGGUNAAN GAYA BAHASA DALAM MEDIA BULETIN DAKWAH AL-ISLAM HIZBUT TAHRIR INDONESIA Sadia, Fachrudin; Yunidar, Yunidar; Juniati, Juniati
BAHASA DAN SASTRA Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah penggunaan gaya bahasa apa saja dalam Media Buletin Dakwah Al-Islam Hizbut Tahrir Indonesia. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan gaya bahasa dalam Media Buletin Dakwah Al-Islam Hizbut Tahrir Indonesia. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif studi dokumen bersifat deskriptif. Metode pengumpulan data menggunakan metode simak (mengamati) dan teknik observasi, catat, dan studi dokumen. Tahapan teknik analisis data menggunakan metode reduksi, penyajian data, dan verifikasi. Hasil analisis dan pembahasan menunjukkan penggunaan gaya bahasa dalam Buletin Dakwah Al-Islam Hizbut Tahrir Indonesia terdapat sebanyak 62 data yang terbagi atas 3 jenis gaya bahasa yaitu 1) Gaya Bahasa Penegasan, yang meliputi (a) Repetisi, (b) Retoris, (c) Paralelisme, (d) Tautologi, (e) Klimaks, (f) Antiklimaks, (g) Antanaklasis, (h) Pararima, (i) Polisidenton, 2) Gaya Bahasa Sindiran, yang meliputi Inuendo, 3) Gaya Bahasa Perbandingan, yang meliputi (a) Simile, (b) Antonomasia, (c) Antropomorfisme, (d) Hiperbola, (e) Personifikasi, (f) Eufemisme, (g) Perifrase, (h) Simbolik. Adapun gaya bahasa yang sering digunakan dalam media Buletin Dakwah Al-Islam Hizbut Tahrir Indonesia adalah 2 jenis gaya bahasa yaitu gaya bahasa penegasan dan gaya bahasa perbandingan. Gaya bahasa penegasan yang sering digunakan yaitu meliputi pada jenis gaya bahasa repitisi yang berjumlah sebanyak 10 data, sedangkan gaya bahasa perbandingan yang meliputi pada jenis gaya bahasa hiperbola dan personifikasi yang masing-masing berjumlah sebanyak 10 data, serta jenis gaya bahasa simbolik yang berjumlah sebanyak 6 data. Kata Kunci:  gaya bahasa; buletin dakwah. 
Penerapan Metode Kooperatif Tipe STAD pada Pembelajaran Apresiasi Puisi Siswa Kelas VIII MTs. Negeri 2 Kota Palu Juniati, Juniati
BAHASA DAN SASTRA Vol 3, No 3 (2018): Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – Penelitian “Penerapan Metode Kooperatif Tipe STAD pada Pembelajaran Apresiasi Puisi Siswa Kelas VIII MTs. Negeri 2 Kota Palu” berorientasi pada bidang pendidikan, khususnya terkait dengan metode dan model pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pembelajaran apresiasi puisi dengan menggunakan metode kooperatif tipe STAD. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen semu (kuasi eksperimen) dengan menggunakan desain one group pre-test post-test design. Populasi dalam penelitian ini adalah seuruh siswa kelas VIII MTs. Negeri Palu Barat. Sampel yang digunakan adalah kelas VIII/f yang berjumlah 34 orang yang terdiri dari 14 laki-laki dan 20 perempuan. Sumber data penelitian berupa nilai pre-test dan post test sedangkan data diperoleh melalui hasil pengolahan data pre dan post test. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes dan angket. Sedangkan teknik analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif. Berdasarkan analisis data penelitian diperoleh hasil mean pre-test sebesar 7,32 dan mean post-test sebesar 7,70. Sehingga, diperoleh nilai gain 23, mean gain 0,67 dan nilai kuadrat deviasinya 527,64. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai t-hitung sebesar 10,6 dan nilai t-tabel 2,72 pada taraf kepercayaan 95% (a = 0,05) dengan derajat bebas (Db) n-1. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis yang menyatakan bila nilai t-hitung > dari nilai t-tabel maka Ha diterima dan Ho ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pembelajaran apresiasi puisi siswa kelas VIII MTs. Negeri 2 Kota Palu.Kata Kunci: Apresiasi Puisi, Metode Kooperatif, STAD
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN INOVASI PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA BERBASIS LOKALITAS GURU SMP DI KOTA PALU Juniati, Juniati; Agustan, Agustan; Nirmayanti, Nirmayanti; Marfu'ah, Julia
MALLOMO: Journal of Community Service Vol 4 No 1 (2023): Desember-Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/mallomo.v4i1.1237

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertajuk pelatihan dan pendampingan inovasi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia berbasis lokalitas bagi guru SMP di Kota Palu merupakan kegiatan pengabdian yang dilaksanakan oleh dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yang melibatkan guru-guru Bahasa Indonesia se- Kota Palu. Kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan inovasi pembelajaran bahasa dan sastra berbasis lokalitas guna melestarikan bahasa daerah khususnya bahasa Kaili sebagai salah satu bahasa daerah di Indonesia yang terancam punah. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini mengumpulkan para guru bahasa dan sastra Indonesia pada jenjang SMP sebagai wakil dari beberapa sekolah untuk didampingi dan diberi penguatan dalam melakukan inovasi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia dengan memasukkan unsur-unsur kearifan lokal dalam pembelajaran di sekolah.
Interferensi Bahasa Tialo terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia pada Masyarakat Kabupaten Parigi Moutung Ulfah Ulfah; Fatimah Fatimah; Abdul Gafur Marzuki; Juniati Juniati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.3974

Abstract

Masalah dalam penelitian ini yaitu bentuk interferensi yang terjadi pada masyarakat desa Taopa Barat Kecamatan Taopa Kabupaten Parigi Moutung, beserta penyebab-penyebab terjadinya interferensi yaitu 1) Kemampuan penutur dalam melafalkan dua bahasa yang menyebabkan terjadinya interferensi, 2) tipisnya kesetiaan pelafal atau penutur bahasa penerima, 3) tidak cukupnya kosakata bahasa pertama, 4) menghilangnya beberapa kosakata yang jarang digunakan, 5) kebutuhan persamaan kata/sinonim. Mengapa interferensi bahasa Tialo terhadap penggunaan bahasa Indonesia bisa terjadi pada masyarakat desa Taopa Barat? Hal itu, dikarenakan di daerah tersebut tidak hanya ditinggali oleh satu suku saja melainkan ada beberapa suku, sehingga mengharuskan masyarakat penduduk asli menggunakan bahasa indonesia yang notabenya belum mereka kuasi secara utuh. Tidak sedikit masyarakat Desa Taopa Barat yang belum menguasai bahasa Indonesia atau bisa juga sebaliknya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif, yang mengharuskan peneliti terjun langsung ke lapangan untuk mendapatkan informasi atau data yang diharapkan. Subjek penelitian ini adalah masyarat Desa Taopa Barat, objek pada penelitian ini yaitu Interferensi Bahasa Tialo Terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia. Teknik pengumpilan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu teknik sadap, teknik sibat libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu reduksi data, display data, penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian yaitu masih banyak masyarakat yang melakukan komunikasi dengan memasukan dua unsur bahasa di dalamnya sehingga menyebabkan terjadinya interferensi bahasa atau penyimpangan dengan berbagai bentuk interferensi, yaitu interferensi fonologi, interferensi morfologi, dan interferensi sintaksis.
Analisis Tindak Tutur dalam Suasana Duka di Kecamatan Bolano Kabupaten Parigi Moutung Gazali Lembah; Moh Tahhir; Hendrik Hendrik; Juniati Juniati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4255

Abstract

Tindak tutur merupakan suatu ucapkan/tuturan yang mempunyai arti atau dengan kata lain kalimat yang dituturkan bisa mempengaruhi seseorang dalam melakukan sesuatu .Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tindak tutur apa saja yang terjadi dalam suasana duka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi dan teknik rekam. Hasil penelitian ditemukan tindak tutur yang di tuturkan pada saat suasana duka agama islam adalah, tindak tutur lokusi, tindak tutur ilokusi, perlokusi yang diutarakan dalam beberapa tempat berbeda yaitu, penyampaian informai duka, tuturan yang terjadi pada saat dirumah duka, tuturan yang terjadi diluar rumah duka, tuturan yang terjadi pada saat pengantaran jenazah ke pemakaman dan tuturan yang terjadi pada saat takziah. Sedangkan tuturan lokusi ilokusi dan perlokusi yag terjadi pada Agama Kristen terjadipada saat, penyampaian informasi duka, tuturan yang terjadi dirumah duka, tuturan yang terjadi di rumah duka, tuturan yang terjadi di luar rumah duka dan tuturan yang terjadi pada saat malam penghiburan dan pemakaman.
Pergeseran Honorifik Dalam Sistem Kekerabatan Masyarakat Mandar Ida Nuraeni; Ulinsa Ulinsa; Muhammad Nasir; Juniati Juniati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4336

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat pergeseran honorifik pada sistem kekerabatan masyarakat Mandar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif komparatif yang bersifat diakronik. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dokumentasi, wawancara, dan observasi. Informan penelitian ini adalah masyarakat Mandar yang memiliki garis keturunan bangsawan dan masyarakat biasa yang dianggap memiliki pengetahuan, pengalaman, dan kemampuan dalam bidang penelitian yang dimaksud Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pergeseran honorifik pada sistem kekerabatan masyarakat Mandar yaitu terdiri dari (1) masa lalu kaitannya dengan sistem honorifik pada masyarakat tradisional. (2) masa sekarang yang kaitannya dengan sistem honorifik pada masyarakat modern. Kedua masa tersebut memiliki sistem honorifik yang sedikit berbeda. Perbedaan itu disebabkan adanya perubahan atau dengan kata lain pergeseran. Pada masyarakat tradisional khususnya di daerah Mandar telah dikenal istilah pemerian nama yang dilakukan pada saat bayi lahir seperti Acoq, Asoq, Caco, Kacoq , Icciq, Cicciq dan Issiq. Sementara pada masa modern, sistem kekerabatan masyarakat Mandar tidak lagi menggunakan sistem penamaan diri seperti Acoq, Icciq, Kacoq, dan Cicciq. Hal ini dapat dilihat pada keadaan kekinian dimana masyarakat sudah mulai meninggalkan sistem tersebut.
Improving Student Learning Outcomes in Indonesian Language Subjects Through the Implementation of the Problem Based Learning (PBL) Learning Model Rahmayati, Rahmayati; Juniati, Juniati
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2025): January 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i1.3374

Abstract

The aim of this research is to improve the learning outcomes of class X-A students at SMA Negeri 4 Palu through the application of the Problem Based Learning (PBL) learning model in Indonesian language subjects. This research is class action research (Class Action Research) which consists of two cycles. Each cycle consists of action planning, action implementation, observation and reflection. The research subjects were class X-A students at SMA Negeri 4 Palu. Data sources come from teachers and students obtained through observation, interviews, tests and document review. The data analysis technique used is descriptive analysis. The research results show that: (1) The teacher's ability to carry out learning using the Problem Based Learning (PBL) method to improve student learning outcomes in Indonesian language learning in class X-A in cycle I has an average of 70% (quite good), while in the first cycle II to 87.5% (very good), this shows an increase of 10.5%. (2) There was an increase in student learning outcomes in learning Indonesian on biographical text material using the Problem Based Learning (PBL) method in class X-A SMA Negeri 4 Palu, where student learning outcomes in cycle I had an average of 73.14 with a completion percentage amounted to 42.86%, in cycle II it became 79.77 with a completion percentage of 88.57%. This shows an increase in student learning outcomes of 6.63.
Assessing the Need for Disaster Mitigation-Based Textbooks in Indonesian Language Learning: A Study of Junior High Schools in Palu City Ulfah, Ulfah; Juniati, Juniati; Ruslan, Hasnur; Halifah, Nur
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 1 (2025): In Progress
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i1.5996

Abstract

Disaster-prone areas like Palu City require educational materials integrating disaster mitigation into the curriculum. This study investigates the need for disaster mitigation-based textbooks in Indonesian language learning at junior high schools, emphasizing students' and teachers' expectations for effective learning resources. This research follows the Research and Development (RD) approach using the ADDIE model, focusing on the analysis stage. A questionnaire was distributed to 200 students and 20 teachers in junior high schools in Palu City to assess their needs and preferences regarding textbooks. Findings indicate that printed textbooks remain the primary learning resource, with 70% of students and 90% of teachers using them. However, disaster mitigation content is significantly lacking, as 30% of students and 50% of teachers do not have textbooks covering this topic. The study highlights the demand for contextualized disaster mitigation materials, with 90% of students and 85% of teachers preferring visual elements to enhance comprehension. Additionally, 75% of students and 80% of teachers find quizzes engaging, while 95% of students and 75% of teachers value interesting facts. Language clarity is also crucial, with 90% of students and 80% of teachers favouring easy-to-understand language. To improve learning effectiveness, disaster mitigation-based textbooks should incorporate relevant content, engaging visual aids, and accessible language. This study underscores the importance of developing disaster mitigation-integrated textbooks to enhance both language learning and disaster preparedness. Future research should explore localized content integration and interactive teaching strategies for disaster-prone areas.
Penerapan Metode Peer Teaching untuk Meningkatkan Hasil Belajar Materi Pembagian pada Siswa Kelas II Maulidiyah, Siti Robiatul; Utaminingsih, Sri; Juniati, Juniati
JURNAL JENDELA PENDIDIKAN Vol. 5 No. 02 (2025): Jurnal Jendela Pendidikan: Edisi Mei 2025
Publisher : CV. Jendela Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57008/jjp.v5i02.1341

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika materi pembagian melalui penerapan metode peer teaching pada siswa kelas II SD 1 Bakalan Krapyak. Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa, di mana dari 23 siswa hanya 30% yang mencapai nilai di atas KKTP (≥75), dengan rata-rata kelas sebesar 65 pada pra-siklus. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus menggunakan model spiral dari Kemmis dan McTaggart yang meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas II sebanyak 23 orang. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan. Pada siklus I, rata-rata nilai meningkat menjadi 73 dengan ketuntasan belajar sebesar 57%. Setelah perbaikan strategi di siklus II, rata-rata nilai meningkat menjadi 84 dan ketuntasan belajar mencapai 78%. Selain itu, tidak ada siswa yang memperoleh nilai pada kategori D dan E. Peningkatan ini juga disertai dengan perubahan positif dalam aktivitas belajar siswa, seperti meningkatnya keaktifan, kerja sama, dan kepercayaan diri. Dengan demikian, penerapan metode peer teaching terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pembagian. Metode ini juga menciptakan suasana pembelajaran yang lebih aktif, menyenangkan, dan kolaboratif.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA TIKTOK DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI DI ERA DIGITAL PADA MAHASISWA KELAS D SEMESTER VI ANGKATAN 2022 PENDIDIKAN  BAHASA DAN SASTRA INDONESIA UNIVERSITAS TADULAKO Ulfah, Ulfah; Bayu Santosa, Pratama; Ruslan, Hasnur; Juniati, Juniati; Sirima, Febby Gabriela
JURNAL KONFIKS Vol 12 No 2 (2025): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/bcwrxf78

Abstract

Penelitian ini menyelidiki dampak media TikTok terhadap peningkatan keterampilan pada siswa yang terlibat dalam pendidikan bahasa dan sastra Indonesia dalam konteks era digital., dengan tujuan untuk menjelaskan efektivitas aplikasi sebagai media pembelajaran dalam pengembangan keterampilan menulis. Riset ini menggunakan metodologi kuantitatif deskriptif, memanfaatkan pengujian dan teknik pengamatan untuk pengumpulan data, diikuti dengan pengurangan data dan analisis skor individu melalui SPSS, berdasarkan hasil pra dan pasca-tes. Hasil Paired Sample T-Test menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam keterampilan menulis puisi, dengan skor pratest rata-rata 68,30 dan skor posttest meningkat menjadi 82,60, mencerminkan peningkatan 14,30 poin. Selain itu, skor signifikansi 0,000 < 0,05 menegaskan bahwa media TikTok secara positif mempengaruhi keterampilan menulis puisi di kalangan siswa kelas D Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, menunjukkan efektivitasnya sebagai alat pembelajaran di era digital. Selain meningkatkan keterampilan menulis, media ini juga memotivasi mahasiswa untuk berkreasi lebih luas melalui unsur audio-visual, serta meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam mengekspresikan karya sastra secara digital. Kata Kunci: tiktok, keterampilan menulis, puisi, era digital