Studi ini menyoroti sinergi keuangan digital dan keuangan Islam dalam mendukung transisi Indonesia menuju ekonomi hijau. Keterbatasan pendanaan publik menuntut model pembiayaan inovatif berbasis teknologi digital yang sesuai prinsip syariah. Dengan pendekatan kualitatif melalui tinjauan literatur 2020–2025, penelitian ini menganalisis model, peluang, dan tantangan implementasi. Hasil menunjukkan keberhasilan integrasi pembiayaan hijau lebih ditentukan oleh tata kelola dan akuntabilitas data ESG dibanding kesiapan teknologi. Sekitar 70% keberhasilan bergantung pada tata kelola, transparansi, dan manajemen risiko lingkungan, sedangkan 30% dipengaruhi kesiapan infrastruktur digital. Pertimbangan utama mencakup transparansi versus privasi data, inklusi keuangan ritel versus biaya kepatuhan, serta efisiensi digital versus ketelitian syariah. Studi ini menawarkan kerangka kesiapan kelembagaan untuk mendukung pembuat kebijakan dan lembaga keuangan dalam merancang strategi pembiayaan hijau yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan di Indonesia.
Copyrights © 2025