Latar belakang: Madu Apis dorsata memiliki aktivitas untuk menghambat pembentukan biofilm Candida albicans . Madu mengandung fenolik, steroid, tannin dan flavonoid. Dimana flavonoid merupakan salah satu kelas dari keluarga fenolik (setengah dari jumlah total senyawa fenolik) berfungsi untuk menghambat pembentukan biofilm Candida albicans . Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibiofilm madu Apis dorsata terhadap biofilm Candida albicans . Metode: Sampel yang digunakan berupa madu Apis dorsata yang diperoleh dari Gunung Mutis Nusa Tenggara Timur. Sampel madu dilarutkan dalam media RPMI 1640 dengan konsentrasi larutan konsentrasi 50%, 25%, 12,5%, 6,25%, dan 3,125%. Uji aktivitas antibiofilm madu terhadap biofilm Candida albicans dilakukan dengan metode Mikrotiter plate menggunakan ELISA reader. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua konsentrasi madu memiliki aktivitas menghambat pembentukan biofilm Candida albicans dengan penghambatan terbesar konsentrasi madu 50% sebesar 69,78%. Penelitian ini menunjukkan bahwa madu Apis dorsata dari Gunung Mutis NTT secara kuat menghambat pembentukan biofilm Candida albicans . Efektivitas ini bersifat dosis-dependen, di mana konsentrasi madu 50% memberikan tingkat penghambatan tertinggi sebesar 69,78%. Kesimpulan: Dengan demikian, madu ini patut dipertimbangkan sebagai sumber agen antibiofilm alami yang potensial, berkat kandungan senyawa fenolik dan flavonoidnya.
Copyrights © 2025