Di era digital, lembaga pendidikan menghadapi tantangan dalam membangun citra dan reputasi di ruang publik yang semakin kompetitif. Pemanfaatan media sosial menjadi strategi penting untuk memperkuat branding lembaga melalui komunikasi yang kreatif, interaktif, dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi, peran, dan tantangan pengelolaan media sosial dalam meningkatkan branding lembaga pendidikan dengan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Data dikumpulkan dari publikasi ilmiah terindeks SINTA, DOAJ, Scopus, dan Crossref pada periode 2021–2024 menggunakan perangkat Publish or Perish, dengan total 20 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan kelayakan metodologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi optimalisasi media sosial yang paling efektif meliputi pengelolaan akun yang aktif dan konsisten, penyusunan konten visual yang menarik, penggunaan narasi kuat berbasis digital storytelling, serta pelatihan manajemen konten digital bagi guru dan tim humas. Temuan juga menunjukkan bahwa media sosial berfungsi sebagai saluran komunikasi dua arah yang memperkuat transparansi, partisipasi, dan kepercayaan antara sekolah dan publik. Sebanyak 35% artikel menyoroti peningkatan brand awareness dan keterlibatan komunitas sekolah melalui konten kreatif dan interaksi daring. Namun demikian, tantangan utama yang ditemukan meliputi keterbatasan sumber daya manusia dan kompetensi digital, ketidakkonsistenan jadwal unggahan, keterbatasan anggaran, serta risiko keamanan data dan etika publikasi. Penelitian ini berkontribusi dengan mengusulkan model pengelolaan media sosial yang holistik, yang mengintegrasikan dimensi konten, sumber daya manusia, keterlibatan komunitas, dan keamanan digital. Model ini diharapkan menjadi acuan bagi lembaga pendidikan dalam merancang strategi komunikasi digital yang adaptif dan berkelanjutan, sekaligus membuka ruang bagi penelitian empiris lanjutan untuk menguji efektivitasnya dalam konteks nyata.
Copyrights © 2025