Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kegiatan konservasi koleksi uang logam dengan menggunakan bahan ramah lingkungan di Museum Sri Baduga. Fokus penelitian mencakup metode konservasi yang diterapkan, alasan pemilihan bahan ramah lingkungan, tingkat efektivitas metode tersebut, serta hambatan dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka, sedangkan analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahan ramah lingkungan, seperti jeruk nipis dan air distilasi, efektif dalam menjaga kondisi uang logam kuno tanpa merusak material koleksi maupun lingkungan. Namun, keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran menjadi kendala utama dalam pelaksanaan konservasi, yang berdampak pada ketidakteraturan pemeriksaan dan pemeliharaan koleksi. Dengan demikian, meskipun kebijakan konservasi di Museum Sri Baduga telah menunjukkan hasil yang positif, diperlukan peningkatan jumlah tenaga konservator serta alokasi anggaran yang lebih memadai untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan konservasi koleksi uang logam kuno.
Copyrights © 2025