Fenomena meningkatnya aktivitas belajar mahasiswa di luar kampus semakin menonjol belakangan ini, terutama di kalangan mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin. Banyak mahasiswa memilih belajar di coffee shop dibandingkan di perpustakaan kampus karena dianggap lebih nyaman dan fleksibel. Namun, sebagian mahasiswa lainnya tetap memanfaatkan perpustakaan sebagai ruang belajar utama karena suasananya yang kondusif dan akademis. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi preferensi mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin terhadap pilihan lingkungan belajar antara Perpustakaan dan coffee shop. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi fenomenologis Berdasarkan hasil wawancara ditemukan bahwa preferensi mahasiswa terbagi menjadi tiga kategori utama: (1) mahasiswa yang lebih memilih belajar di perpustakaan karena ketenangan, ketersediaan sumber referensi, serta suasana akademik yang mendukung konsentrasi; (2) mahasiswa yang lebih memilih belajar di coffee shop mendukung kreativitas serta interaksi sosial; dan (3) mahasiswa yang fleksibel dan memilih tempat belajar berdasarkan konteks, seperti jenis tugas, suasana hati, dan waktu. Faktor-faktor penentu preferensi mahasiswa meliputi kenyamanan fisik, akses fasilitas pendukung, suasana sosial, kebutuhan emosional, serta persepsi terhadap produktivitas belajar. Coffee Shop lebih banyak dipilih dalam konteks tugas yang bersifat ringan, kolaboratif, atau ketika mahasiswa membutuhkan suasana yang menyegarkan. Sementara perpustakaan lebih banyak digunakan dalam konteks tugas yang menuntut fokus tinggi, literasi mendalam, dan suasana belajar yang lebih tenang. Peran dimensi psikososial dalam pemilihan ruang belajar, di mana suasana hati, motivasi internal, dan persepsi terhadap keberadaan sosial menjadi faktor yang turut memengaruhi efektivitas belajar mahasiswa.
Copyrights © 2025