Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Aksesibilitas Jurnal Elektronik Gale dalam Memenuhi Kebutuhan Informasi Pemustaka di Perpustakaan Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Hasibuan, Nuriah; Zulaikha, Sri Rokhyanti; Sari, Kartika Puspita; Ramadhan, Muhammad Alfin
Educaniora: Journal of Education and Humanities Vol. 1 No. 3 (2023): December
Publisher : Institute of Humanities and Education Studies (IHES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59687/educaniora.v1i3.79

Abstract

Perpustakaan memainkan peran kunci dalam mendukung riset dan pembelajaran di perguruan tinggi. Aksesibilitas informasi dimulai dari pengetahuan pemustaka terhadap apa yang dimiliki oleh perpustakaan. Fokus penelitian ini adalah aksesibilitas jurnal elektronik Gale di Perpustakaan Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta, yang memiliki program studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan, Agribisnis Hortikultura, dan Teknologi Benih. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, melibatkan pustakawan dan pemustaka sebagai informan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas pengguna perpustakaan terhadap jurnal elektronik Gale di Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakrta tidak sepenuhnya terpenuhi akibat kendala bahasa Inggris dan minimnya sosialisasi. Simpulannya, peningkatan aksesibilitas diharapkan dapat memberikan kontribusi positif pada peningkatan kualitas riset dan pembelajaran di Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta.
Optimalisasi Sosial Media Sebagai Sarana Promosi Layanan di UPT Perpustakaan Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta Ramadhan, Muhammad Alfin; Labibah, Labibah; Andrianza, Yogi
Maktabatuna Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/mj.v6i2.6487

Abstract

Penelitian ini menganalisis penggunaan media sosial oleh UPT Perpustakaan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, khususnya pada Instagram, Facebook, dan Twitter, untuk promosi, informasi, dan interaksi. Metode yang digunakan adalah analisis konten deskriptif kualitatif dengan perangkat lunak NVivo, menggunakan 100 postingan sebagai data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram memiliki keterlibatan tertinggi karena kekuatan visualnya, sementara Facebook dan Twitter kurang optimal, terutama pada konten satu arah tanpa elemen interaktif. Rekomendasi penelitian meliputi optimasi kualitas visual, penggunaan call to action, dan variasi jenis konten untuk meningkatkan keterlibatan audiens. Media sosial memiliki potensi besar sebagai alat promosi dan komunikasi jika didukung strategi yang tepat.
Analisis Tanggapan Penonton Dalam Tayangan “Legenda Si Pahit Lidah” di Kanal Youtube Gromore Studio Series Melalui Kajian Netnografi Dalam Konteks Literasi Digital Andrianza, Yogi; Khairunisa; Ramadhan, Muhammad Alfin
Jurnal Ilmu Budaya Vol. 21 No. 2 (2025): Vol. 21 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/jib.v21i2.26430

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons audiens terhadap tayangan “Legenda Si Pahit Lidah” di kanal YouTube Gromore Studio Series melalui pendekatan netnografi dalam konteks literasi digital. Cerita rakyat sebagai warisan budaya lokal mengalami transformasi dalam penyajiannya seiring kemajuan teknologi informasi, termasuk melalui media digital yang lebih mudah diakses oleh generasi muda. Metode netnografi digunakan untuk mengamati interaksi digital yang terjadi di ruang komentar sebagai representasi keterlibatan penonton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas audiens memberikan respons yang bersifat umum dan pasif, meskipun terdapat sebagian kecil komentar yang menunjukkan apresiasi terhadap nilai budaya lokal. Tayangan animasi ini memiliki potensi sebagai sarana edukasi budaya digital, namun masih terdapat tantangan dalam meningkatkan literasi digital partisipatif dan kritis masyarakat. Representasi budaya lokal, nilai moral, serta simbolisme dalam cerita ditampilkan secara menarik melalui visualisasi tokoh dan narasi khas cerita rakyat. Penelitian ini merekomendasikan strategi peningkatan partisipasi digital seperti penyertaan narasi budaya dan pengintegrasian konten ke dalam ranah pendidikan. Temuan ini berkontribusi dalam upaya pelestarian budaya lokal melalui media digital sekaligus mendorong penguatan literasi digital budaya di era modern.
Eksplorasi preferensi mahasiswa terhadap lingkungan belajar antara Perpustakaan atau Coffee Shop (studi fenomenologis mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin) Hermawan, Dedy; Ramadhan, Muhammad Alfin; Alfitriansyah, Muhammad Noor
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 13 No. 2: Desember 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v13i2.17637

Abstract

Fenomena meningkatnya aktivitas belajar mahasiswa di luar kampus semakin menonjol belakangan ini, terutama di kalangan mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin. Banyak mahasiswa memilih belajar di coffee shop dibandingkan di perpustakaan kampus karena dianggap lebih nyaman dan fleksibel. Namun, sebagian mahasiswa lainnya tetap memanfaatkan perpustakaan sebagai ruang belajar utama karena suasananya yang kondusif dan akademis. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi preferensi mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin terhadap pilihan lingkungan belajar antara Perpustakaan dan coffee shop. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi fenomenologis Berdasarkan hasil wawancara ditemukan bahwa preferensi mahasiswa terbagi menjadi tiga kategori utama: (1) mahasiswa yang lebih memilih belajar di perpustakaan karena ketenangan, ketersediaan sumber referensi, serta suasana akademik yang mendukung konsentrasi; (2) mahasiswa yang lebih memilih belajar di coffee shop mendukung kreativitas serta interaksi sosial; dan (3) mahasiswa yang fleksibel dan memilih tempat belajar berdasarkan konteks, seperti jenis tugas, suasana hati, dan waktu. Faktor-faktor penentu preferensi mahasiswa meliputi kenyamanan fisik, akses fasilitas pendukung, suasana sosial, kebutuhan emosional, serta persepsi terhadap produktivitas belajar. Coffee Shop lebih banyak dipilih dalam konteks tugas yang bersifat ringan, kolaboratif, atau ketika mahasiswa membutuhkan suasana yang menyegarkan. Sementara perpustakaan lebih banyak digunakan dalam konteks tugas yang menuntut fokus tinggi, literasi mendalam, dan suasana belajar yang lebih tenang. Peran dimensi psikososial dalam pemilihan ruang belajar, di mana suasana hati, motivasi internal, dan persepsi terhadap keberadaan sosial menjadi faktor yang turut memengaruhi efektivitas belajar mahasiswa.