Penelitian ini menganalisis transformasi Perpustakaan Desa Tambak Sirang Laut (Kalimantan Selatan) dari ruang pasif menjadi ruang produktif yang menggerakkan ekosistem literasi desa. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan 10 informan (8 warga, 1 pustakawan, 1 kepala desa), serta telaah dokumen periode 2017–2025. Analisis memadukan produksi ruang Henri Lefebvre untuk memetakan perceived, conceived, dan lived space, dengan teori habitus Pierre Bourdieu guna menelaah sirkulasi dan konversi modal sosial, kultural, simbolik, serta institusional. Temuan menunjukkan tiga pengungkit utama: akses sosial berambang rendah melalui jalur keluarga dan sebaya, ko-desain program dan tata ruang yang memupuk rasa memiliki, serta literasi digital dan fungsional yang meningkatkan kapasitas warga dan profesionalisasi layanan desa. Perpustakaan berfungsi sebagai hub layanan sosial, panggung aman apresiasi, dan ikon identitas desa, dihasilkan oleh duet kebijakan kepala desa dan orkestrasi operasional pustakawan bersama warga. Kontribusi studi ialah perumusan “konsumsi ruang produktif” perpustakaan desa dan model relasional kebijakan–layanan–komunitas. Rekomendasi menekankan penguatan infrastruktur digital, diferensiasi program lintas usia, pemerkayaan koleksi, dan jejaring antar perpustakaan
Copyrights © 2025