Industri kedai kopi di Kota Pontianak saat ini mengalami fase transformasi yang signifikan, beralih dari fungsi tradisional sebagai tempat minum kopi menjadi destinasi gaya hidup (lifestyle destination). Fenomena ini menciptakan persaingan pasar yang sangat jenuh, sehingga menuntut pelaku UMKM untuk menghadirkan inovasi nilai yang unik guna memenangkan preferensi konsumen Generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam penerapan strategi experiential marketing pada Project-W, sebuah coffee shop yang memelopori adopsi estetika kafe modern Korea (K-Aesthetic) sebagai daya tarik utama. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi sumber yang meliputi observasi partisipan terhadap elemen store atmosphere, wawancara mendalam untuk menggali motif kunjungan konsumen, serta dokumentasi jejak digital di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Project-W berhasil mengimplementasikan dimensi Sense melalui desain interior bernuansa palet netral dan pencahayaan alami yang maksimal, dimensi Feel melalui penciptaan atmosfer yang cozy dan trendy, dimensi Act dengan memfasilitasi perilaku aktif pembuatan konten digital oleh pengunjung, serta dimensi Relate yang membangun koneksi sosial berbasis tren budaya pop global. Temuan ini membuktikan bahwa desain toko yang instagramable secara efektif memicu User Generated Content (UGC) yang berfungsi sebagai media promosi organik, meningkatkan brand awareness, dan mendorong trafik kunjungan secara masif. Kesimpulannya, integrasi elemen visual ke dalam strategi pemasaran bukan sekadar pelengkap estetika, melainkan aset strategis fundamental dalam membangun Unique Selling Proposition (USP) dan keberlanjutan bisnis UMKM di era ekonomi pengalaman.
Copyrights © 2026