In today's era of digitalization, technology has become an inseparable part of daily life, including in the field of education. Technology serves as a tool for teachers to enrich students' learning experiences through learning media created using technology. The purpose of this article is to analyze the need for the development of learning media based on cinematic videography for history subjects. This research is motivated by the low interest of students in learning history, caused by the limited variety of learning media and the predominantly conventional, teacher-centered delivery. Therefore, there is a need for media that can create attention, interaction, and critical thinking among students. This study uses a quantitative descriptive method with a direct survey approach to determine students' needs for the development of technology-based learning media. The subjects of this study were eleventh-grade students at SMA Negeri 1 Indralaya Utara. Data was collected using an observation questionnaire in the form of an online Google Form supported by technologies such as smartphones and internet data. The data obtained will be analyzed descriptively to determine the extent to which students require innovative learning media. The results of the needs analysis questionnaire showed that 89.3% of the 28 students need interactive and engaging learning media to support their learning. ABSTRAKPada era digitalisasi sekarang ini, teknologi telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia pendidikan. Teknologi menjadi alat bantu guru dalam memperkaya pengalam belajar peserta didik melalui media pembelajaran yang dibuat menggunakan teknologi. Tujuan dari artikel ini adalah untuk menganalisis kebutuhan pengembangan media pembelajaran berbasis cinematic videography pada mata pelajaran sejarah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendah nya minat belajar peserta didik terhadap mata pelajaran sejarah disebabkan oleh keterbatasan variasi media pembelajaran serta penyampaian cenderung konvensional dan berpusat pada guru saja, oleh karena itu diperlukan media yang menciptakan perhatian, interaksi dan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei langsung untuk mengetahui kebutuhan peserta didik terhadap pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi. Subjek dari penelitian ini adalah peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Indralaya Utara. Data dikumpulkan menggunakan angket observasi berupa goggle form berbasis online yang didukung oleh teknologi seperti smartphone dan data internet. Data yang didapatkan akan dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui sejauh mana peserta didik memerlukan media pembelajaran yang inovatif. Hasil analisis angket kebutuhan menunjukkan bahwa sebanyak 89,3% dari 28 peserta didik membutuhkan media pembelajaran yang interaktif dan menarik dalam menunjang pembelajaran mereka.
Copyrights © 2025