Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas sumber daya manusia, khususnya di wilayah pedesaan. Upaya pencegahan stunting memerlukan pendekatan berbasis masyarakat yang mudah diakses dan berkelanjutan, salah satunya melalui Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya pencegahan stunting berbasis Posyandu melalui kegiatan sosialisasi gizi dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Desa Parumaan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dalam rangka kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), meliputi sosialisasi gizi kepada ibu balita dan keluarga, distribusi PMT kepada balita sasaran, pemantauan pertumbuhan melalui pengukuran berat dan tinggi badan, serta pencatatan hasil kegiatan oleh kader Posyandu. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman ibu balita mengenai pentingnya gizi seimbang, terlaksananya distribusi PMT secara terstruktur, serta meningkatnya partisipasi kader dan masyarakat dalam kegiatan Posyandu. Pemantauan pertumbuhan balita menunjukkan adanya perbaikan perilaku kesehatan keluarga dan peningkatan kesadaran untuk melakukan pemantauan rutin. Program ini terbukti efektif sebagai upaya pencegahan stunting berbasis masyarakat, memberikan manfaat nyata bagi keluarga balita, serta berpotensi untuk direplikasi dan dikembangkan sebagai model intervensi kesehatan berbasis Posyandu di desa lain.
Copyrights © 2025