Penelitian ini mengkaji identitas visual merek Pia Saronde—salah satu produk kuliner khas Gorontalo—dengan menggunakan pendekatan semiotika yang berlandaskan teori Roland Barthes. Sebagai salah satu UMKM yang bergerak di sektor pangan, merek ini sangat bergantung pada peran logo untuk membentuk persepsi konsumen, memperkuat posisi merek, serta membedakannya dari produk lain dalam persaingan pasar. Penelitian ini bertujuan menelaah struktur visual yang membentuk logo, menginterpretasikan makna denotatif dan konotatif yang muncul, serta menilai sejauh mana logo tersebut mampu merepresentasikan nilai-nilai budaya lokal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan memadukan pengamatan visual terhadap logo dan kajian pustaka yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kombinasi warna kuning dan coklat pada logo mampu menimbulkan kesan hangat, manis, dan menggugah selera, sedangkan bentuk tipografi yang melengkung menghadirkan citra tradisional, akrab, dan bernuansa rumahan. Selain itu, penggunaan nama “Saronde” menciptakan hubungan simbolis dengan Pulau Saronde yang terkenal, sehingga memperkuat keterikatan merek terhadap identitas daerah. Secara keseluruhan, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa logo tersebut berhasil mengomunikasikan keterkaitan budaya dan citra kuliner yang diusung produk. Meskipun demikian, penelitian ini merekomendasikan adanya pengembangan pada beberapa elemen simbolik dan peningkatan adaptasi visual untuk kebutuhan media digital guna memperkuat daya saing merek.
Copyrights © 2025