Penyakit degeneratif seperti kanker, diabetes, stroke, dan penyakit jantung masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia, termasuk di Indonesia. Salah satu faktor utama penyebab penyakit ini adalah adanya stres oksidatif yang dipicu oleh kelebihan radikal bebas dalam tubuh. Antioksidan berfungsi untuk menetralkan radikal bebas dan mencegah kerusakan sel. Penggunaan antioksidan sintetis telah terbukti efektif, tetapi memiliki risiko efek samping jangka panjang, sehingga mendorong eksplorasi sumber antioksidan alami dari tanaman obat. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi aktivitas antioksidan berbagai tanaman lokal Indonesia melalui fraksinasi dengan pelarut etil asetat dan n-heksan. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka (literature review) dari delapan jurnal nasional yang relevan, dipilih melalui pencarian sistematis di Google Scholar, PubMed, dan ResearchGate dengan kata kunci seperti “aktivitas antioksidan”, “fraksinasi”, dan “tanaman obat”. Hasil menunjukkan bahwa fraksi etil asetat dari berbagai tanaman seperti daun nyamplung, jamblang, kelor, pisang kepok, dan kopi robusta secara konsisten menunjukkan aktivitas antioksidan yang paling tinggi, dengan nilai IC₅₀ di bawah 50 ppm yang dikategorikan sebagai sangat kuat. Hal ini dikaitkan dengan tingginya kandungan senyawa flavonoid, fenolik, dan tanin yang larut dalam pelarut semi-polar. Kesimpulannya, fraksi etil asetat memiliki potensi besar sebagai sumber antioksidan alami yang efektif dan aman untuk dikembangkan lebih lanjut dalam bidang farmasi dan pangan fungsional.
Copyrights © 2025